JAKARTA — Nama Dino Patti Djalal belakangan ramai diperbincangkan setelah ia mengomentari pengisian jabatan Wakil Menteri Luar Negeri yang hanya berlangsung tiga bulan. Kritik pedas itu ia lontarkan di akun media sosial pribadinya, memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk pihak Istana.
Dalam cuitannya, Dino menyebut bahwa posisi Wamenlu yang hanya sebentar itu tidak efektif dan merugikan kepentingan diplomasi nasional. Namun, respons dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya justru mengungkit rekam jejak Dino yang disebut-sebut "kurang kerja sama" dengan pemerintah saat masih aktif sebagai diplomat.
Dino Patti Djalal memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri pada tahun 1990-an. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010–2013) dan sebelumnya menjabat sebagai Juru Bicara Kementerian Luar Negeri. Pengalamannya di dunia diplomasi internasional diakui luas, termasuk saat ia aktif dalam forum-forim multilateral seperti PBB.
Banyak pihak menilai bahwa perjalanan karier Dino sudah dimulai jauh sebelum Seskab Teddy Indra Wijaya lahir pada tahun 1989. Fakta ini kemudian menjadi senjata balik bagi pendukung Dino yang menyebut kritik Teddy tidak proporsional.
Persoalan bermula ketika pengamat politik dan diplomat senior itu mempertanyakan logika di balik penunjukan Wamenlu dengan masa bakti sangat pendek. Dino menilai hal itu menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam membangun konsistensi kebijakan luar negeri.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa keputusan tersebut sudah melalui pertimbangan matang dan merupakan hak prerogatif presiden. Teddy juga menyinggung bahwa Dino sempat dianggap tidak kooperatif saat masih aktif di Kemlu, sebuah klaim yang langsung dibantah oleh sejumlah kolega Dino.
Di media sosial, perdebatan bergeser ke arah perbandingan usia dan pengalaman. Tagar #DinoPattiDjalal sempat menjadi trending topic di X (sebelumnya Twitter) dengan berbagai komentar. Sebagian besar warganet menyoroti ironi ketika seorang diplomat senior dikritik oleh pejawat yang usianya masih di bawah 40 tahun.
“Karier Pak Dino di Kemlu sudah 30 tahun, sementara Seskab Teddy baru lahir tahun 1989. Masa iya beliau dibilang kurang kerja sama?” tulis seorang pengguna akun @diplomasi_rakyat, yang kemudian di-retweet ribuan kali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dino Patti Djalal menanggapi polemik tersebut. Sementara itu, publik masih menunggu apakah perbedaan pandangan antara diplomat senior dan Seskab ini akan berlanjut ke ranah yang lebih formal.