JAWA TENGAH — Penolakan terhadap legenda Republik Irlandia itu muncul setelah laporan menyebut Keane, 45, telah melakukan pembicaraan dengan pemegang saham utama Celtic, Dermot Desmond. Keane sendiri sempat memperkuat Celtic sebagai pemain pinjaman pada 2010 dan produktif mencetak gol.
Namun, jejak karier kepelatihannya bersama Maccabi Tel Aviv sejak Juni 2023 menjadi batu sandungan. Alih-alih hengkang saat perang meletus, Keane justru bertahan dan baru pergi pada musim panas 2024 setelah meraih gelar ganda.
Gerakan penolakan dipelopori oleh akun North Curve Celtic di platform X yang mempublikasikan daftar 67 kelompok suporter. Daftar itu mencakup ultras Green Brigade, sejumlah podcast, serta kelompok lama seperti Glasgow University Celtic Supporters Club dan Craigneuk Tommy Gemmell CSC.
Sebelumnya, sebuah pernyataan dari kelompok bernama Celtic Fans for the Liberation of Palestine menegaskan bahwa penunjukan Keane "akan sangat memecah belah di antara para pendukung."
"Bagi kami, keputusan Robbie Keane untuk melatih Maccabi Tel Aviv selama genosida di Gaza tidak bisa diabaikan," bunyi pernyataan resmi kelompok suporter tersebut. Mereka mengingatkan bahwa Celtic didirikan oleh komunitas yang dibentuk oleh warisan genosida, pengungsian, dan kelaparan di Irlandia.
"Akar klub kami terletak pada solidaritas dengan mereka yang menderita ketidakadilan dan penindasan. Kami tidak bisa melupakan dari mana kami berasal, juga tidak bisa membelakangi mereka yang menghadapi genosida hari ini," lanjut pernyataan itu.
Keane sempat menjelaskan keputusannya bertahan di Israel dalam podcast Rio Ferdinand Presents. Ia mengaku memiliki rasa tanggung jawab mendalam terhadap staf dan pemainnya sehingga memilih untuk tidak pergi.
Setelah meninggalkan Maccabi, Keane pindah melatih Ferencvaros pada Januari 2025. Namun, sentimen negatif dari basis suporter Celtic tampaknya masih membara, terutama setelah musim lalu diwarnai protes keras terhadap dewan klub.
Rapat tahunan Celtic pada November lalu bahkan harus dibubarkan setelah pemegang saham mencemooh putra Desmond, Ross, yang menuduh sejumlah fans sebagai "pengganggu".