Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas Targetkan Penguatan Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Siber pada 2026

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 12:55:31 WIB
Adnas resmi menjabat Komisaris Utama Independen Bank Jateng dengan fokus penguatan tata kelola perusahaan.

SEMARANG — Komisaris Utama Independen Bank Jateng yang baru, Adnas, langsung memasang target ambisius untuk mengawal pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Melalui siaran pers, Kamis (18/6/2026), ia menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Saya akan menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada Direksi dengan berpedoman pada prinsip GCG melalui pendekatan SWOT Analysis,” ujar Adnas.

Pendekatan SWOT: Memetakan Kekuatan hingga Ancaman Siber

Adnas mengidentifikasi sejumlah kekuatan utama yang dimiliki Bank Jateng. Dukungan penuh pemerintah daerah sebagai pemegang saham, jaringan layanan yang luas di Jawa Tengah, tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi, serta sumber daya manusia yang terus berkembang menjadi modal dasar perusahaan.

“Dari sisi Strengths, Bank Jateng memiliki fondasi bisnis yang stabil. Ini modal penting dalam memperkuat kinerja dan penerapan GCG,” jelasnya.

Namun, di balik kekuatan itu, ia mengakui transformasi digital masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dipercepat. Sistem layanan berbasis teknologi dan kompetensi SDM harus ditingkatkan agar lebih efisien dan aman.

“Dari sisi Weaknesses, transformasi digital masih perlu dioptimalkan. Percepatan digitalisasi proses bisnis dan peningkatan kompetensi SDM menjadi perhatian,” ungkapnya.

Ancaman Kejahatan Siber dan Persaingan Makin Ketat

Adnas menyoroti tantangan eksternal yang semakin kompleks. Persaingan usaha yang ketat, perubahan regulasi, hingga meningkatnya ancaman keamanan siber menjadi risiko yang harus dimitigasi secara serius.

“Dari sisi Threats, Bank Jateng menghadapi persaingan yang semakin ketat, meningkatnya risiko keamanan cyber, serta kondisi ekonomi yang dinamis. Dibutuhkan penguatan manajemen risiko, sistem keamanan informasi, dan pengawasan yang efektif,” tegasnya.

Di sisi lain, peluang besar terbuka lewat digitalisasi dan penguatan sektor UMKM. Adnas melihat perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat akan layanan perbankan yang cepat dan mudah sebagai ruang untuk memperluas pangsa pasar.

Target Kinerja 2026: Laba Bukan Segalanya

Memasuki target kinerja 2026, Adnas menekankan bahwa keberhasilan Bank Jateng tidak hanya diukur dari pertumbuhan laba. Kualitas pertumbuhan yang menjaga keberlanjutan bisnis menjadi indikator utama.

Target tersebut harus selaras dengan Rencana Bisnis Bank (RBB), mencakup pertumbuhan aset, kredit, dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Pengendalian rasio Non Performing Loan (NPL) juga menjadi prioritas agar kualitas kredit tetap terjaga.

“Target tersebut tidak hanya berfokus pada pertumbuhan laba, tetapi juga penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan keberlanjutan bisnis. Pertumbuhan harus tetap sehat dengan menjaga kualitas kredit,” paparnya.

Direksi Didorong Percepat Transformasi Digital

Adnas mendorong jajaran direksi untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat penerapan GCG di seluruh lini perusahaan. Dengan kepemimpinan baru di jajaran komisaris, Bank Jateng optimistis mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian Jawa Tengah.

Direksi dan manajemen Bank Jateng menyambut baik terpilihnya Adnas sebagai Komisaris Utama Independen periode 2026–2031. Kehadirannya diharapkan membawa penguatan tata kelola, transparansi, dan keberlanjutan kinerja perusahaan ke depan.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top