JAKARTA — PT Toyota Astra Motor resmi meluncurkan model mobil listrik terbaru di Indonesia pada Selasa (15/4/2025). Model ini diposisikan sebagai kendaraan listrik paling terjangkau di segmennya, dengan banderol harga mulai dari Rp 600 jutaan.
Mobil listrik anyar ini mengusung baterai berkapasitas 50 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 400 kilometer dalam sekali pengisian daya. Fitur keselamatan canggih seperti Toyota Safety Sense turut disematkan, termasuk pengereman otomatis dan peringatan keluar jalur.
Dari segi desain, mobil ini mengadopsi gaya modern dengan lampu LED full LED dan velg aerodinamis berukuran 18 inci. Bagasi depan dan belakang tersedia untuk menambah ruang penyimpanan.
Manajemen Toyota menargetkan model ini untuk konsumen perkotaan yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan dengan biaya operasional rendah. "Kami ingin membuat mobilitas listrik tidak lagi menjadi barang mewah, tetapi bisa diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia," kata Vice President PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, dalam konferensi pers.
Harga Rp 600 jutaan tersebut sudah termasuk baterai dan garansi 8 tahun atau 160.000 kilometer. Angka ini menjadikannya salah satu mobil listrik termurah di pasar Indonesia, bersaing langsung dengan merek China dan Korea.
Toyota juga mengumumkan kemitraan dengan beberapa operator stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk memberikan kemudahan bagi pemilik mobil ini. Pelanggan akan mendapatkan akses ke lebih dari 1.000 titik pengisian daya di seluruh Indonesia melalui aplikasi khusus.
Selain itu, pembeli juga akan mendapatkan wall charger gratis untuk dipasang di rumah. Program ini berlaku untuk pemesanan hingga akhir Juni 2025.
Pemesanan mobil listrik anyar Toyota ini sudah dibuka mulai hari ini, Selasa (15/4/2025), melalui dealer resmi Toyota di seluruh Indonesia. Pengiriman perdana dijadwalkan pada kuartal ketiga tahun ini.
Dengan harga dan fitur yang ditawarkan, Toyota optimistis model ini bisa merebut pangsa pasar kendaraan listrik nasional yang diperkirakan tumbuh 50 persen pada tahun ini.