JAWA TENGAH — Google mengumumkan jadwal pasti penerapan verifikasi developer Android yang akan dimulai pada September 2025. Sistem baru ini mewajibkan setiap developer aplikasi untuk mendaftar dan diverifikasi identitasnya sebelum aplikasi mereka bisa diinstal di perangkat pengguna. Indonesia masuk dalam daftar awal negara yang akan menerapkan perlindungan ini bersama Brasil, Singapura, dan Thailand.
Negara Mana Saja yang Kena Dampak Pertama?
Mulai 30 September 2025, pengguna di empat negara akan merasakan langsung efek kebijakan ini. Google akan memblokir instalasi aplikasi dari developer yang belum melewati proses verifikasi. Langkah ini mencakup instalasi dari Google Play maupun toko aplikasi pihak ketiga yang telah bekerja sama dengan Google.
Toko aplikasi yang masuk dalam daftar awal kerja sama meliputi Google Play, HONOR App Market, OPPO App Market, Samsung Galaxy Store, Transsion Palm Store, vivo V-Appstore, dan Xiaomi GetApps. Google menyebutkan bahwa proses registrasi yang dimulai sejak Maret 2025 telah memverifikasi "hampir semua instalasi dari Google Play dan sebagian besar instalasi dari luar Google Play."
Apa Itu Android Developer Verifier dan Cara Kerjanya?
Google akan meluncurkan layanan sistem baru bernama Android Developer Verifier (com.google.android.verifier) secara otomatis ke perangkat Android 8 ke atas. Layanan ini mulai digulirkan pada Juni 2025, tiga bulan sebelum tenggat September. Begitu terinstal, sistem ini akan memvalidasi apakah aplikasi yang hendak diinstal terdaftar ke developer yang sudah terverifikasi.
Bagi pengguna yang tetap ingin menginstal aplikasi dari developer tidak terverifikasi, Google menyediakan jalur alternatif. Mulai Agustus 2025, akan ada "advanced flow" khusus untuk sideloading aplikasi. Pengguna juga bisa menggunakan Android Debug Bridge (adb) untuk instalasi manual.
Akun Developer Gratis untuk Pelajar dan Hobiis
Google juga memperkenalkan jenis akun developer Android baru yang didesain untuk pelajar, hobiis, dan pembelajar. Akun ini memungkinkan pengguna membagikan aplikasi hingga 20 perangkat tanpa perlu menyertakan KTP atau membayar biaya pendaftaran. Akses awal untuk akun terbatas ini akan dimulai pada Juli 2025, dengan peluncuran global pada Agustus 2025.
Untuk memudahkan developer skala besar, Google meluncurkan Android Developer ID Status API. API ini memungkinkan developer mendaftarkan aplikasi secara massal atau langsung melalui jalur CI/CD (continuous integration and deployment) mereka.
Kapan Kebijakan Ini Berlaku Global?
Google menargetkan penerapan verifikasi developer secara global pada "2027 dan seterusnya." Perusahaan mengatakan akan terus menyerap masukan dari mitra, pengguna, dan komunitas developer sebelum memperluas kebijakan ini ke seluruh dunia.
Bagi pengguna Indonesia, efek langsungnya akan terasa mulai September 2025. Jika Anda sering menginstal aplikasi dari sumber tidak resmi atau toko aplikasi pihak ketiga, sebaiknya mulai memastikan aplikasi yang digunakan berasal dari developer yang sudah terdaftar. Google sendiri mengklaim proses verifikasi developer sudah mencakup "hampir semua instalasi di Google Play," sehingga pengguna Play Store kemungkinan besar tidak akan terganggu.