DEMAK — Audiensi yang dipimpin Ketua DPRD Demak Zayinul Fata bersama jajarannya itu membahas sejumlah kendala teknis yang muncul di lapangan. Salah satu persoalan utama adalah penutupan aplikasi penyaluran sejak 30 September 2026.
Pemerintah desa mengaku masih kebingungan memahami petunjuk teknis pembagian bantuan. Kondisi itu membuat proses distribusi ke masyarakat tidak berjalan lancar.
Dalam audiensi dijelaskan bahwa penutupan aplikasi berkaitan dengan proses audit yang sedang berlangsung di instansi terkait. Dinas Pertanian Demak menyebut pemerintah kabupaten telah berkoordinasi dengan Bulog setelah menerima laporan soal kendala distribusi.
Surat juga telah disampaikan kepada Bulog pusat dan komunikasi dilakukan dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Dinas Pertanian menegaskan tugas instansinya dalam program ini adalah memeriksa kualitas dan kuantitas beras sebelum disalurkan.
Perwakilan Bulog Demak, Yudha Aji, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait sebelum penyaluran dimulai. Persiapan itu meliputi pemeriksaan kualitas beras, rapat koordinasi, serta bimbingan teknis bagi petugas di desa.
"Bagaimana beras bisa tersalurkan kepada masyarakat juga menjadi bagian dari kinerja kami," ungkap Yudha.
Data yang disampaikan dalam pertemuan mencatat jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Demak mencapai 198.756 orang. Setiap penerima berhak atas beras sebanyak 10 kilogram sesuai ketentuan program.
Namun pelaksanaan di lapangan menghadapi persoalan administrasi yang belum tuntas. Kepala desa menyoroti distribusi yang dinilai belum berjalan mulus.
Paguyuban Kepala Desa Demang Bintoro meminta kejelasan mekanisme penyaluran agar pemerintah desa tidak kesulitan melayani masyarakat. Mereka berharap bantuan pangan dapat diterima warga sesuai ketentuan.
Keluhan ini menjadi sorotan karena menyangkut hajat hidup ribuan keluarga di Demak. Pemerintah desa berada di garis depan pelayanan, tetapi terhambat aturan teknis yang belum dipahami sepenuhnya.
Hingga audiensi berlangsung, belum ada keputusan final soal kapan aplikasi dibuka kembali. Koordinasi lanjutan dengan Bulog pusat dan Bapanas masih berjalan untuk mencari solusi.