SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo menyatakan penyelesaian akhir tol terintegrasi tanggul laut (Giant Sea Wall) ini ditargetkan rampung seratus persen pada akhir 2027. Meski begitu, pemerintah mempercepat pengerjaan agar jalur strategis tersebut sudah bisa dibuka fungsional pada libur Natal dan Tahun Baru.
Proyek ini dibagi ke dalam tiga paket pengerjaan yang berjalan simultan. Masing-masing paket punya progres berbeda, dengan satu paket nyaris tuntas.
Konstruksi jembatan penghubung utama di Paket 1A mencatat progres tertinggi, yakni 97,49 persen. Angka itu menjadikannya bagian paling siap dari seluruh rangkaian Tol Semarang-Demak Seksi 1.
Sementara Paket 1B yang mencakup tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer baru mencapai 75,22 persen. Kontraktor menggunakan inovasi teknologi matras cerucuk bambu untuk menstabilkan tanah rawa pesisir di ruas tersebut.
Paket 1C menggarap struktur polder pengendali banjir di Terboyo dan Sriwulan dengan progres 75,68 persen. Kolam retensi ini berfungsi menampung air agar kawasan sekitar tol tidak tergenang saat hujan deras.
Pembangunan ketiga paket berjalan bersamaan, bukan berurutan. Pola itu dipilih agar target fungsional saat Nataru bisa dikejar tanpa menunggu satu seksi selesai total.
Jalur Pantura Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai titik kemacetan parah, terutama saat arus mudik dan balik. Kehadiran tol di atas laut ini diharapkan memecah kepadatan kendaraan yang melintas di jalur lama.
Fungsi tanggul laut menambah manfaat lain: menahan rob yang kerap merendam kawasan pesisir Semarang dan Demak. Jadi satu infrastruktur mengerjakan dua persoalan sekaligus, yakni transportasi dan perlindungan pesisir.
Per akhir Oktober 2026, akumulasi progres fisik proyek terintegrasi ini resmi menembus 79,42 persen. Angka itu menjadi dasar pemerintah menyatakan jalur siap dipakai secara fungsional pada libur Nataru.
Bahan informasi yang beredar belum memuat rincian tarif Tol Semarang-Demak Seksi 2. Pengendara yang berencana memakai jalur ini saat Nataru sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari badan pengelola jalan tol.
Pembukaan fungsional biasanya disertai skema tarif sementara atau penggratisan pada periode tertentu. Kepastian soal itu belum disampaikan dalam keterangan proyek per Oktober 2026.
Yang jelas, penyelesaian penuh pada akhir 2027 masih menjadi patokan utama Kementerian PU. Percepatan fungsional Nataru berperan sebagai solusi jangka pendek untuk arus liburan.