Kemarau Panjang Geser Musim Tanam di Pati, 1.012 Hektare Lahan Petani Belum Bisa Diolah

Penulis: Joko Purnomo  •  Sabtu, 07 November 2026 | 06:16:31 WIB
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ratri Wijayanto menyatakan musim tanam pertama kemungkinan mundur akibat cuaca yang belum mendukung.

PATI — Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ratri Wijayanto menyatakan pergeseran jadwal terjadi karena cuaca belum mendukung pengolahan lahan. Kondisi normalnya, musim tanam pertama dimulai 1 Oktober.

"MT 1 yang biasanya mulai tanggal 1 Oktober kemungkinan mundur karena cuaca yang belum mendukung," ujar Ratri.

Penundaan paling banyak terjadi di Pati bagian selatan yang memiliki potensi luasan lebih besar. Sebagian wilayah lain sudah lebih dulu memulai penanaman.

Lima Kecamatan di Pati Selatan Paling Terdampak Kekeringan

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dispertan Pati Sugiharto merinci, lahan yang bergeser jadwal tanam tersebar di sejumlah kecamatan. Pendataan dinas mencatat total luasnya mencapai 1.012 hektare.

"Kurang lebih kalau kami simpulkan selisih MT 1 ini ada sekitar 1.012 hektare. Tempatnya ada di kecamatan-kecamatan seperti Kayen, Tambakromo, Winong, Pucakwangi, Jaken, dan sedikit-sedikit ada di Tlogowungu, kemudian ada juga di Tayu, yang kami prediksikan bergeser," beber Sugiharto.

Wilayah-wilayah itu merupakan kawasan pertanian tadah hujan yang bergantung pada turunnya air hujan. Ketersediaan air dinilai belum cukup untuk proses pengolahan lahan.

Sukolilo Sudah Tanam 991 Hektare karena Irigasi Memadai

Tidak semua kecamatan mengalami penundaan. Sejumlah wilayah dengan sistem irigasi atau sumber air lebih memadai sudah mulai menanam padi sejak awal Oktober.

Dispertan Pati mencatat 991 hektare lahan sudah ditanami, salah satunya di Kecamatan Sukolilo. Jumlah itu belum seluruhnya karena penanaman masif diperkirakan baru berlangsung November hingga Desember.

"Beberapa tempat sudah mulai. Sukolilo sudah mulai, Oktober ini 991 hektare berarti sudah tanam tetapi belum semuanya, karena di November, Desember kemungkinan baru akan mulai tanam secara masif, ini prediksi dari teman-teman," ungkap Sugiharto.

Petani Menunggu Hujan untuk Mulai Olah Lahan

Pergeseran jadwal ini bergantung pada turunnya hujan di kawasan selatan Pati. Tanpa pasokan air yang cukup, lahan tadah hujan belum bisa diolah meski musim tanam semestinya sudah berjalan.

Dispertan Pati memprediksi penanaman secara masif baru terjadi pada November dan Desember 2026. Hingga saat itu, petani di lima kecamatan terdampak masih menunggu kondisi cuaca membaik.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: jateng.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top