TEGAL — Ketersediaan solar bersubsidi untuk nelayan kecil di wilayah Tegal dan sekitarnya dipastikan aman. Hal ini menyusul stok BBM jenis solar di tingkat provinsi yang melimpah, mencapai lebih dari 14 kali kebutuhan harian normal.
Area Manager Communication, Relation, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, menyatakan bahwa pasokan untuk nelayan di Tegal terus dijaga. Khusus di wilayah ini, stok solar subsidi di SPBU mencapai 1,2 kali lipat dari konsumsi harian normal dan disuplai secara berkala.
Jaminan Pasok untuk Nelayan Kecil
Pertamina memastikan penyaluran BBM subsidi tetap terkendali di tengah aktivitas melaut yang mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Nelayan yang dimaksud adalah pemilik kapal di bawah 30 GT yang memiliki Pas Kecil (PAS) dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
"Ketersediaan solar subsidi untuk nelayan kecil di wilayah Tegal dipastikan aman," tegas Taufiq Kurniawan, Senin (11/5/2026).
SPBU Nelayan dan Mekanisme Pengisian
Nelayan di Kabupaten dan Kota Tegal dapat mengakses solar subsidi melalui sejumlah SPBU Nelayan yang telah ditunjuk. Untuk wilayah Kabupaten Tegal, tersedia SPBU Nelayan Larangan Kramat. Sementara itu, nelayan Kota Tegal bisa mengisi di SPBU Nelayan Jongor, Tegalsari, dan Muara Reja.
Bagi nelayan yang lokasinya jauh dari SPBU Nelayan, pemerintah menyediakan jalur alternatif. Mereka tetap bisa membeli solar subsidi di SPBU reguler dengan membawa surat rekomendasi resmi dari DKP setempat.
“Nelayan dengan kapal di bawah 30 GT berhak memperoleh BBM subsidi melalui mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah, baik melalui pengisian di SPBU Nelayan menggunakan QR Code Subsidi Tepat maupun melalui SPBU reguler dengan melampirkan surat rekomendasi resmi dari DKP,” papar Taufiq.
Stok Berlebih Antisipasi Lonjakan Kebutuhan
Langkah Pertamina menjaga stok hingga 14,4 kali lipat dari konsumsi normal merupakan bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan permintaan. Aktivitas melaut yang mulai normal kembali setelah periode tertentu membutuhkan kepastian pasokan agar nelayan tidak mengalami kendala operasional di laut.
Dengan skema distribusi yang melibatkan SPBU Nelayan dan SPBU reguler, pemerintah dan Pertamina berupaya memastikan subsidi tepat sasaran. Nelayan diimbau untuk selalu melengkapi dokumen persyaratan, seperti PAS nelayan dan rekomendasi DKP, saat melakukan pembelian.