SEMARANG — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi investasi di Jawa Tengah pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,01 triliun. Angka tersebut meningkat 5,35 persen secara tahunan, menunjukkan iklim usaha di provinsi ini tetap kondusif di tengah dinamika ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada periode yang sama tercatat 5,89 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,84 persen. Data BPS per 5 Mei 2026 ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan sektor riil di daerah.
Stabilitas Ekonomi Jadi Daya Tarik Utama Investor
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian regulasi menjadi kunci utama menggaet investor.
“Jawa Tengah saat ini mulai menjadi magnet baru investasi. Ini harus terus dijaga dengan pelayanan yang baik, kepastian regulasi, dan dukungan infrastruktur,” tegas Saleh dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Dampak Investasi ke Lapangan Kerja dan UMKM
Saleh menilai peningkatan investasi ini tidak hanya berdampak pada angka pertumbuhan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga Jateng. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor riil, terutama lewat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dinilai perlu ditingkatkan agar mampu mengikuti perkembangan industri yang masuk. Hal ini penting agar manfaat investasi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Bagaimana Perbandingannya dengan Triwulan Sebelumnya?
Realisasi investasi triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat Rp21,84 triliun. Kenaikan 5,35 persen ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Jawa Tengah terus menguat.
Pemerintah provinsi diharapkan konsisten menjaga iklim investasi, mulai dari kemudahan perizinan hingga penyediaan infrastruktur penunjang. Langkah tersebut dinilai krusial untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah persaingan antar daerah.