SOLO — Tekad untuk keluar dari jerat degradasi masih harus diperjuangkan Persis Solo hingga laga terakhir. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu tak bisa sepenuhnya menentukan nasib sendiri karena masih bergantung pada hasil pertandingan tim lain.
Persis Solo wajib memenangi dua laga tersisa. Namun, syarat itu belum cukup. Mereka juga harus berharap Madura United gagal meraih poin penuh dalam dua pertandingan terakhirnya.
Mengapa suporter menuntut kemenangan sebagai balasan?
Tekanan dari tribun semakin nyata. Kelompok suporter Milo, yang dikenal loyal mendukung tim dalam situasi sulit, menyampaikan pesan tegas. Mereka menyebut Persis Solo wajib membayar loyalitas yang telah diberikan dengan kemenangan di sisa laga.
Pernyataan itu menjadi alarm bagi skuad asuhan pelatih Persis Solo. Atmosfer kebangkitan di Kota Solo hanya akan terwujud jika para pemain mampu tampil habis-habisan di dua pertandingan penentu.
Skema perhitungan yang rumit di papan bawah
Posisi Persis Solo di papan klasemen masih belum aman. Mereka terjebak di zona merah dan harus menang untuk menjaga asa bertahan di Liga 1. Di sisi lain, Madura United sebagai pesaing langsung juga tengah berjuang menjauh dari jerat degradasi.
Jika Persis Solo sukses mengamankan enam poin, hasil itu belum menjamin keselamatan. Mereka tetap harus menunggu hasil laga Madura United. Jika tim asal Pulau Madura itu mampu meraih minimal satu kemenangan, maka peluang Persis Solo untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan semakin tipis.
Dukungan penuh dari Milo dan harapan di laga kandang
Milo bukan sekadar kelompok suporter biasa. Mereka dikenal sebagai salah satu basis pendukung paling vokal di Stadion Manahan. Loyalitas mereka tak pernah luntur meski tim sedang dalam tren negatif.
Kini, para pemain Persis Solo dihadapkan pada dua misi besar: memenangkan pertandingan dan membayar kepercayaan yang telah diberikan. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin melihat Laskar Sambernyawa tetap berlaga di Liga 1 musim depan.