SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya fokus pada evakuasi darurat pasca jebolnya tanggul Sungai Plumbon di Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Sebuah rencana penanganan jangka panjang juga tengah disusun agar bencana serupa tidak terulang kembali.
Untuk tahap darurat, langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh warga yang terdampak sudah dievakuasi ke tempat aman. Logistik serta kebutuhan dasar seperti air bersih dan makanan juga mulai didistribusikan ke lokasi pengungsian.
Skema Jangka Panjang: Normalisasi Sungai Hingga Perkuatan Tanggul
Pemprov Jateng tidak berhenti pada penanganan darurat. Untuk jangka panjang, pemerintah berencana melakukan normalisasi aliran Sungai Plumbon. Langkah ini dinilai krusial untuk mengembalikan kapasitas sungai agar mampu menampung debit air saat hujan deras.
Selain normalisasi, perkuatan struktur tanggul juga masuk dalam rencana. Titik-titik rawan jebol akan diperbaiki dengan konstruksi yang lebih kokoh. Seluruh proses ini akan dikoordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan Pemerintah Kota Semarang.
Apa Penyebab Tanggul Jebol?
Meski belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti, dugaan sementara mengarah pada tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Semarang dalam beberapa pekan terakhir. Debit air Sungai Plumbon melonjak drastis dan tekanan air yang besar membuat tanggul tidak mampu bertahan.
Pemprov Jateng masih melakukan asesmen di lapangan untuk mengidentifikasi titik-titik kerusakan lainnya. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar perhitungan anggaran untuk perbaikan jangka panjang.
Warga Terdampak Masih Bertahan di Pengungsian
Ratusan kepala keluarga (KK) dari Kelurahan Mangkang Kulon terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sebagian besar warga mengungsi ke rumah kerabat atau tempat penampungan sementara yang didirikan oleh pemerintah kelurahan dan relawan.
Bantuan dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan Baznas, terus mengalir ke lokasi. Posko pengungsian juga didirikan untuk memudahkan koordinasi penyaluran bantuan dan pelayanan kesehatan bagi warga.