DEMAK — Hery Sarwanto tidak pernah membayangkan akan duduk sebagai Ketua MKKS Demak saat ia masih berlatih di lapangan SSS Semarang. Namun, jalan hidupnya berbelok drastis setelah gagal dalam seleksi ketat PSIS Semarang pada tahun 1994. Dari 500 pemain yang mendaftar, ia tersingkir pada tahap akhir ketika skuad dipangkas menjadi 24 nama.
“Dua tahun saya berproses di sana. Tentu kecewa, tetapi saya mensyukurinya,” ujarnya. Kegagalan itu, menurut Hery, justru menjadi pintu masuk ke dunia yang sama sekali berbeda: pendidikan.
Dari Lapangan Hijau ke Bangku Kuliah
Kecintaan Hery pada sepak bola tumbuh sejak SMP. Ia bergabung dengan klub SSS Semarang dan mulai serius menggeluti olahraga tersebut. Bakatnya terus berkembang hingga ia mendapat kesempatan mengikuti seleksi pemain PSIS utama sekitar tahun 1992.
“Sejak SMP saya sudah aktif bermain sepak bola. Dari klub SSS Semarang, kemudian mengikuti seleksi PSIS utama sekitar tahun 1992,” katanya. Proses seleksi berlangsung berlapis: dari 500 pemain, disaring menjadi 300, lalu 200, hingga 30 pemain. Hery gugur ketika tim menyisakan 24 nama.
Namun, latar belakang olahraga yang ia miliki ternyata menjadi tiket untuk melanjutkan pendidikan. Hery memperoleh beasiswa kuliah di IKIP Veteran Semarang. Dari sanalah perjalanan panjangnya di dunia pendidikan dimulai.
Akhirnya Jadi Kepala Sekolah, Bukan Pemain Bola
Hery mengakui bahwa jika ia lolos seleksi PSIS, kemungkinan besar ia tidak akan pernah menjadi kepala sekolah. “Kalau waktu itu saya benar-benar jadi pemain profesional, belum tentu saya bisa menjadi kepala sekolah seperti sekarang,” katanya. Pengalaman di sepak bola, menurutnya, mengajarkan disiplin dan kerja keras yang kemudian ia terapkan di dunia pendidikan.
Kariernya terus menanjak hingga akhirnya dipercaya menjadi kepala sekolah di Demak. Kini, ia memimpin MKKS Kabupaten Demak, organisasi yang mewadahi kepala sekolah di wilayah tersebut. Perjalanan dari lapangan hijau ke ruang kelas menjadi bukti bahwa kegagalan di satu bidang bisa menjadi awal dari keberhasilan di bidang lain.