SUKOHARJO — Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Sukoharjo, Sumarno, mengungkapkan pergeseran preferensi pembeli sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir. Permintaan sapi kurban menurun signifikan. Sebaliknya, permintaan kambing dan domba justru meningkat.
Penyebab Anjloknya Harga Sapi Kurban
Sumarno menyebut daya beli masyarakat menjadi faktor utama. Harga sapi yang lebih mahal dibanding kambing atau domba membuat banyak warga mengalihkan pilihan.
"Tren pembelian kurban di Kota Makmur beralih ke kambing dan domba, sehingga harga jual sapi anjlok," kata Sumarno dalam keterangannya, Selasa (28/5/2024).
Dampak bagi Peternak dan Pedagang
Penurunan harga ini menekan pendapatan peternak sapi di Sukoharjo. Beberapa pedagang di pasar hewan tradisional mengeluhkan sepinya pembeli untuk jenis sapi.
Di sisi lain, permintaan kambing dan domba melonjak. Peternak kambing dan domba di wilayah tersebut menikmati peningkatan omzet menjelang Idul Adha.
Langkah Pemkab Sukoharjo
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Diskopumdag terus memantau fluktuasi harga hewan kurban. Sumarno menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menjaga stabilitas pasar.
Ia mengimbau masyarakat tetap membeli hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat, terlepas dari jenisnya. Pemantauan kesehatan hewan di sejumlah pasar hewan juga diperketat menjelang hari raya.