Proyek ini berlokasi di Desa Iser, Kecamatan Petarukan. Saluran irigasi sekunder yang menjadi sumber utama lahan pertanian warga Rowopanggang akan tersentuh langsung. Kekhawatiran petani akan kekeringan saat musim tanam mendorong digelarnya pertemuan di Unit Pemeliharaan Jalan dan Irigasi (UPJI) VII Petarukan.
Tim teknis DPU-TR Pemalang, Abdul Muis, mengatakan pihaknya bersama ulu-ulu fak dan kepala desa merumuskan pola pekerjaan yang tidak memutus aliran air secara permanen. “Karena ini musim tanam, petani tentu membutuhkan air. Jadi kami mencari teknis pekerjaan agar petani tidak terdampak,” ujarnya.
Skema Tiga Hari Tutup, Tiga Hari Buka Selama Sembilan Hari
Hasil musyawarah menyepakati sistem sirkulasi pengerjaan. Aliran irigasi ditutup selama tiga hari untuk pengerjaan pondasi, lalu dibuka kembali tiga hari berikutnya agar lahan pertanian mendapat pasokan air. Siklus ini diulang sebanyak tiga kali putaran, sehingga total durasi pekerjaan mencapai sembilan hari.
“Teknis pekerjaan ini dilakukan selama tiga kali putaran selama sembilan hari pekerjaan. Pekerjaan ini akan dimulai pada 1 Juni 2026,” jelas Abdul Muis.
Pelaksana Proyek Jamin Kualitas Konstruksi Tetap Terjaga
Pelaksana proyek, Sofian, mengungkapkan bahwa skema bergilir tersebut tidak akan menurunkan mutu konstruksi. Menurutnya, debit air di saluran Iser-Kendalsari tidak deras seperti di wilayah pegunungan, sehingga proses pengecoran tetap bisa berjalan optimal.
“Kualitas tetap kalau campurannya pas dan konstruksinya sesuai, insyaAllah aman. Karena di sini airnya tidak mengalir deras seperti di pegunungan, jadi konstruksi tetap kuat,” pungkasnya.
Keseimbangan Antara Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
DPU-TR Pemalang berharap kesepakatan ini menjadi preseden bagi proyek irigasi lain di daerah. Pasalnya, benturan jadwal proyek dengan musim tanam kerap memicu protes petani yang bergantung pada jadwal aliran air dari bendungan.
Dengan sistem tiga putaran ini, pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur pertanian tidak berujung pada gagal panen. Proyek pemasangan pondasi paket Iser–Kendalsari dijadwalkan rampung sesuai spesifikasi teknis tanpa mengorbankan kebutuhan pokok petani di Kecamatan Petarukan.