JAWA TENGAH — Kobaran api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 10.45 WIB dari kamar depan rumah milik Bahud (61). Bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan membuat api dengan cepat merambat ke seluruh bagian rumah dan menjilat mobil yang terparkir di depan.
Kasi Humas Polres Bangka Barat Iptu Yos Sudarso mengatakan personel Polsek Tempilang tiba di lokasi tak lama setelah laporan diterima. Mereka langsung bergabung dengan warga melakukan pemadaman secara manual di tengah keterbatasan peralatan.
Polisi dan Warga Berjibaku dengan Peralatan Seadanya
"Prioritas utama kami adalah keselamatan warga serta mencegah api meluas ke rumah-rumah di sekitar lokasi," kata Yos Sudarso dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Pangkalpinang, Kamis.
Sejumlah anggota polisi terlihat mengangkut ember berisi air dan menyiramkannya ke titik-titik api. Upaya itu dilakukan agar kobaran tidak merembet ke bangunan lain yang lokasinya berdekatan dengan rumah korban.
Polisi juga berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi. Langkah ini diambil guna menghindari risiko korsleting atau sengatan listrik saat proses pemadaman berlangsung.
Dugaan Pemicu: Sisa Racun Nyamuk Bakar
Berdasarkan pendataan sementara di lapangan, api diduga berasal dari sisa racun nyamuk bakar yang masih menyala di dalam kamar depan rumah. Material mudah terbakar di dalam rumah mempercepat meluasnya kobaran.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.50 WIB setelah personel Polsek Tempilang, warga, dan pihak terkait bahu-membahu melakukan pemadaman. Saat ini petugas masih meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Anggota masih melakukan pendalaman terkait penyebab kebakaran," ujar Yos.
Imbauan Polres: Pastikan Api Padam Sebelum Tinggalkan Rumah
Polres Bangka Barat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan sumber api di dalam rumah. Hal ini mencakup penggunaan lilin, dapur, maupun obat nyamuk bakar yang kerap diabaikan.
Warga diminta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk mencegah terulangnya kebakaran serupa di masa mendatang.