Pencarian

Pemkot Semarang Angkat Inovasi Ketahanan Pangan Perkotaan ke Forum Nasional, Tawarkan Solusi untuk Kota Besar di Masa Depan

Sabtu, 06 Juni 2026 • 18:00:31 WIB
Pemkot Semarang Angkat Inovasi Ketahanan Pangan Perkotaan ke Forum Nasional, Tawarkan Solusi untuk Kota Besar di Masa Depan
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memaparkan inovasi ketahanan pangan perkotaan di forum nasional.

SEMARANG — Isu kedaulatan pangan dinilai menjadi persoalan paling krusial di wilayah perkotaan yang selama ini justru paling sering luput dari pembahasan para perencana kota besar. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng membawa inovasi daerahnya ke forum nasional sebagai respons atas celah tersebut.

Mengapa Ketahanan Pangan Kota Sering Terabaikan?

Menurut Agustina, perencanaan kota besar selama ini lebih fokus pada infrastruktur fisik, transportasi, dan permukiman. Urusan pangan kerap dianggap urusan desa atau daerah agraris, padahal konsumen terbesar justru berada di perkotaan.

“Kota adalah pusat konsumsi. Kalau rantai pasoknya terganggu, dampaknya langsung ke warga. Inilah yang coba kami jawab lewat inovasi di Semarang,” ujarnya dalam forum tersebut.

Apa Saja Inovasi yang Ditawarkan Semarang?

Pemkot Semarang mengembangkan sejumlah program yang mengintegrasikan ruang terbuka hijau dengan produksi pangan skala lokal. Beberapa di antaranya meliputi urban farming di lahan sempit, pemanfaatan bantaran sungai untuk tanaman produktif, dan sistem distribusi pangan berbasis komunitas.

Program ini tidak hanya menyasar ketersediaan pangan, tetapi juga ketahanan rumah tangga. Warga di kelurahan-kelurahan padat penduduk didorong memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur untuk menanam sayur serta bumbu dapur.

Dampak Langsung bagi Warga Kota

Agustina menyebut, inovasi ini sudah mulai dirasakan di beberapa titik. Biaya belanja rumah tangga untuk kebutuhan sayur dan bumbu disebut menurun karena warga bisa memanen sendiri. Selain itu, program ini juga membuka peluang usaha mikro di lingkungan RT dan RW.

Di tingkat kota, Pemkot Semarang juga membangun sistem logistik pangan yang menghubungkan petani pinggiran dengan pasar-pasar tradisional di pusat kota. Tujuannya, memangkas rantai distribusi dan menekan harga di tingkat konsumen.

Solusi untuk Kota Besar Masa Depan

Agustina menekankan bahwa model ketahanan pangan perkotaan harus menjadi bagian dari rencana tata ruang dan pembangunan kota. Bukan sekadar program tambahan yang jalan di tempat.

“Kota-kota besar di Indonesia harus mulai serius merencanakan ketahanan pangannya sendiri. Tidak bisa terus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah yang rentan terhadap gangguan,” tegasnya.

Forum nasional tersebut dihadiri oleh perwakilan dari puluhan kota dan kabupaten di Indonesia. Sejumlah daerah menyatakan minat untuk mempelajari lebih lanjut penerapan program serupa di wilayah masing-masing.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks