JAWA TENGAH — Kunjungan Naqvi ke Teheran berlangsung kurang dari 24 jam setelah ia tiba pada Sabtu malam. Pertemuan dengan Araghchi menjadi agenda utama, setelah sehari sebelumnya ia bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni untuk membahas perkembangan keamanan regional.
Pakistan sebagai Juru Rindu Dua Kubu
Pakistan telah memposisikan diri sebagai mediator sejak pecahnya perang 40 hari antara AS-Israel dan Iran pada 28 Februari lalu. Peran Islamabad tidak hanya sebagai penyampai pesan, tetapi juga menjadi fasilitator pertukaran proposal perdamaian antara kedua pihak yang bertikai.
“Menteri Dalam Negeri Federal Mohsin Naqvi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi,” demikian pernyataan resmi yang dirilis melalui saluran WhatsApp Naqvi, dikutip dari AN. Saluran tersebut juga mengunggah foto-foto pertemuan bilateral yang menunjukkan kedua pejabat berjabat tangan dan berdiskusi.
Ancaman Runtuhnya Gencatan Senjata
Kunjungan ini terjadi di tengah situasi yang kian memanas. AS dan Iran saling melancarkan serangan di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir, mengancam akan merusak gencatan senjata yang sebagian besar telah bertahan sejak April. Pakistan TV Digital melaporkan bahwa kedatangan Naqvi disambut dengan diskusi intensif mengenai langkah-langkah konkret meredakan ketegangan.
Pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni pada Sabtu malam difokuskan pada koordinasi keamanan perbatasan dan stabilitas regional. Pakistan menilai bahwa keruntuhan gencatan senjata akan berdampak langsung pada keamanan Asia Selatan, mengingat kedekatan geografis dan hubungan ekonomi kedua negara.
Tekanan AS Mempercepat Diplomasi
Eskalasi terbaru dipicu oleh meningkatnya tekanan AS di Timur Tengah, yang mendorong Pakistan untuk mempercepat peran mediasinya. Islamabad selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan kedua kubu—Washington dan Teheran—sehingga menjadi saluran komunikasi yang paling memungkinkan.
Naqvi, yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, dipilih untuk misi ini karena kewenangannya mencakup isu keamanan perbatasan dan imigrasi, dua aspek krusial dalam konflik regional. Pertemuan bilateral dengan Araghchi diyakini membahas kerangka kerja penghentian permusuhan dan jaminan keamanan bagi warga sipil di zona konflik.
Langkah Selanjutnya
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran atau Pakistan mengenai hasil konkret pertemuan tersebut. Namun, sumber diplomatik di Islamabad menyebutkan bahwa Naqvi dijadwalkan melaporkan hasil kunjungannya langsung kepada Perdana Menteri Pakistan dalam waktu 24 jam ke depan. Keputusan apakah Pakistan akan mengirim utusan ke Washington atau tidak, masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.