JAWA TENGAH — Kisah pahit Omar Artan berubah menjadi manis dalam sekejap. Wasit berusia 37 tahun itu sebelumnya gagal memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 di AS setelah otoritas imigrasi setempat menolak masuk. Namun, UEFA langsung bergerak cepat memberikan kompensasi.
Ditolak Imigrasi, Dapat Panggilan UEFA
Artan seharusnya terbang ke Amerika Serikat untuk bertugas di ajang Piala Dunia antar negara. Namun, saat pemeriksaan di bandara, pihak imigrasi AS menolak memberikan izin masuk tanpa alasan yang jelas.
Kabar ini sampai ke telinga federasi sepak bola Eropa. Tanpa buang waktu, UEFA menghubungi Artan dan menawarkan tugas di Piala Super Eropa — laga tahunan antara juara Liga Champions dan Liga Europa.
Piala Super Eropa: Panggung Bergengsi Pengganti Piala Dunia
Piala Super Eropa bukanlah ajang kelas dua. Partai ini mempertemukan dua klub terbaik Eropa dan disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia. Bagi Artan, ini adalah kesempatan emas yang tak terduga.
“Saya tidak menyangka. Setelah ditolak masuk AS, saya pikir semuanya berakhir. Tapi UEFA memberikan kepercayaan luar biasa ini,” ujar Artan dalam pernyataan resmi yang diterima media.
Simpati UEFA: Kompensasi atas Insiden Penolakan
Langkah UEFA ini dinilai sebagai bentuk solidaritas terhadap wasit yang menjadi korban kebijakan imigrasi ketat AS. Belum ada konfirmasi resmi apakah penolakan tersebut terkait latar belakang kewarganegaraan Artan atau prosedur standar.
Yang jelas, UEFA tidak ingin insiden ini merusak semangat Artan. Dengan memberikan tugas di Piala Super Eropa, mereka memastikan bakat wasit asal Somalia itu tidak sia-sia.
Wasit Somalia di Panggung Eropa: Sebuah Sejarah
Omar Artan bukan nama sembarangan di dunia perwasitan. Ia adalah salah satu wasit internasional asal Somalia yang cukup disegani. Tugas di Piala Super Eropa nanti akan menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam kariernya.
“Ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk Somalia. Saya harap ini bisa membuka jalan bagi wasit-wasit Afrika lainnya,” tambah Artan.
Piala Super Eropa musim ini dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang. Belum diketahui pasti laga mana yang akan dipimpin Artan, tapi yang jelas, namanya kini tercatat sebagai wasit Somalia pertama yang dipercaya UEFA di ajas sebesar itu.