JAWA TENGAH — Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium berlangsung sengit dan penuh drama. Spanyol yang mendominasi sejak awal harus menunggu hingga 120 menit untuk memastikan gelar juara dunia keempat mereka.
Gol Dianulir, Nico Williams Jadi Pusat Kontroversi
Babak pertama extra time menjadi milik Spanyol. Mereka langsung menekan dan nyaris memecah kebuntuan di menit ke-93 lewat sundulan Nico Williams yang ditepis Emiliano Martinez.
Tiga menit berselang, gawang Argentina akhirnya jebol. Nico Williams mencetak gol dari kemelut di kotak penalti, namun wasit Slavko Vincic menganulirnya. Wasit asal Slovenia itu menilai Mikel Merino melakukan pelanggaran dengan menginjak kaki Nicolas Otamendi sebelum bola sampai ke Nico.
Keputusan kontroversial itu membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum. Mikel Merino nyaris membalas kekecewaan di menit ke-103, namun sundulannya masih melebar tipis.
Ferran Torres Pahlawan, Tembakan Keras Tak Terbendung
Memasuki babak kedua extra time, Spanyol langsung tancap gas. Hanya semenit setelah kick-off, tepatnya menit ke-106, serangan cepat berbuah hasil. Umpan silang Pedro Porro ke tiang jauh disambut sundulan Nico Williams yang bukan ke gawang, melainkan diarahkan ke Ferran Torres.
Berdiri bebas tanpa kawalan, Ferran Torres melepaskan tembakan keras first time yang meluncur deras ke gawang. Emiliano Martinez hanya bisa terpaku saat bola menggetarkan jala. Gol yang sah dan tak terbantahkan.
Peluang Emas Argentina di Menit Akhir, Spanyol Juara
Spanyol hampir menggandakan keunggulan di menit ke-113 lewat Ferran Torres lagi, namun golnya dianulir karena offside. Di sisi lain, Argentina baru bisa mengancam di pengujung laga. Giuliano Simeone mendapat peluang emas, tapi tembakannya melambung di atas gawang.
Statistik menunjukkan dominasi mutlak Spanyol. Sepanjang 90 menit waktu normal, mereka melepaskan 10 tembakan tepat sasaran tanpa satu pun berbuah gol. Sebaliknya, Lionel Messi dan kolega sama sekali tidak mampu melepaskan tembakan ke gawang Unai Simon.
Hasil ini mengukuhkan status Spanyol sebagai raja sepak bola dunia 2026, sekaligus menjadi pukulan telak bagi Argentina yang gagal mempertahankan gelar juara dunia.