PATI — Alun-Alun Pati berubah menjadi lautan manusia saat ribuan warga memadati kawasan pusat kota untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026. Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) menyediakan layar lebar dan area duduk gratis sejak dini hari. Kerumunan massa yang terus membeludak membuat para pedagang makanan, minuman, dan camilan khas Pati kebanjiran rezeki.
Dampak Ekonomi Langsung ke Pedagang Kecil
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra secara khusus menyoroti efek ekonomi yang dirasakan warga kecil. Menurutnya, nobar bukan sekadar acara seremonial, melainkan stimulus ekonomi yang nyata. “Semakin ramai yang datang, semakin hidup roda perekonomian rakyat kecil. Inilah bukti bahwa kegiatan kemasyarakatan juga bisa berdampak positif pada kesejahteraan ekonomi lokal,” ujar Chandra di sela-sela acara.
Pantauan di lokasi, puluhan gerobak dan tenda dadakan berjejer di sepanjang sisi barat dan timur alun-alun. Menu seperti sate kambing, wedang jahe, dan aneka gorengan menjadi primadona. Sejumlah pedagang mengaku omzet mereka naik dua hingga tiga kali lipat dibandingkan malam Minggu biasa.
Bukan Sekadar Sepak Bola, Ada Pesan Persatuan
Di luar urusan ekonomi, Chandra menekankan bahwa nobar ini dirancang untuk merawat kohesi sosial. Ia menegaskan bahwa euforia pertandingan jangan sampai memecah belah warga. “Kalah atau menang itu hal yang biasa dalam permainan. Yang tidak boleh kalah adalah rasa persatuan kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan warga untuk menjaga ketertiban dan kebersihan lokasi. “Di sini tidak ada sekat. Kita kumpul bersama, tertawa bersama, dan merasakan ketegangan pertandingan secara bersama-sama. Silaturahmi seperti inilah yang mempererat rasa kekeluargaan di daerah yang kita cintai ini,” kata Chandra.
Forkopimda dan Ribuan Warga Hadir dari Dini Hari
Kegiatan yang berlangsung hingga pagi itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati, pimpinan DPRD, serta para kepala perangkat daerah. Mereka duduk bercampur dengan warga tanpa pembatas, menikmati pertandingan di bawah langit Pati yang masih gelap.
Pemkab Pati berencana menjadikan agenda nobar ini sebagai program rutian jika animo masyarakat tetap tinggi. Selain sebagai hiburan gratis, dampak ekonominya dinilai langsung menyentuh sektor informal yang selama ini menjadi tulang punggung warga. (Red)