TEGAL — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membeberkan peta jalan perbaikan infrastruktur di hadapan kepala daerah se-Bregasmalang dan Petanglong, Senin (22/6/2026). Di Pendapa Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, ia mengungkapkan bahwa meski capaian kemantapan jalan provinsi sudah 94 persen dan peringkat kedua nasional, masih ada titik kritis yang harus segera ditangani.
Penurunan Kualitas Terparah di Brebes dan Pemalang
Hasil review menunjukkan ruas jalan di Brebes mengalami penurunan paling signifikan, yaitu 18 kilometer atau 12 persen. Disusul Pemalang yang turun 14 kilometer (15 persen), Kabupaten Pekalongan turun 8 kilometer (8 persen), Kabupaten Tegal turun 3 kilometer (9 persen), dan Batang turun 4 kilometer (6 persen). Adapun dua kota, Tegal dan Pekalongan, tidak memiliki ruas jalan provinsi yang dikelola.
“Kita lakukan review dan ini hasilnya, yang harus kita lakukan di seluruh kabupaten kota,” kata Luthfi dalam paparannya.
Anggaran Rp 45 Miliar untuk Pemeliharaan dan Peningkatan
Pemprov Jateng telah mengalokasikan anggaran pemeliharaan rutin dan peningkatan jalan di sejumlah daerah. Brebes menjadi penerima terbesar dengan total paket mencapai Rp 32,9 miliar, terdiri dari pemeliharaan rutin Rp 9,345 miliar untuk ruas 143 kilometer, peningkatan jalan Rp 14,23 miliar di ruas Bumiayu-Salem dan Sirampog-Bumiayu sepanjang 1,8 kilometer, serta rehabilitasi Rp 9,39 miliar untuk ruas Kersana-Bandungsari, Bandungsari-Pananggapan, dan Bandungsari-Salem dengan total panjang 4 kilometer.
Kabupaten Pemalang mendapat alokasi pemeliharaan rutin Rp 6,1 miliar. Sementara Kabupaten Pekalongan menerima Rp 5,67 miliar untuk pemeliharaan rutin dan Rp 5,27 miliar untuk peningkatan ruas Wiradesa-Kajen sepanjang 1 kilometer. Kabupaten Batang memperoleh Rp 5,06 miliar untuk penanganan ruas jalan sepanjang 76,99 kilometer.
Infrastruktur Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi Baru
Menurut Luthfi, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang.
“Infrastruktur yang baik akan memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang sehingga aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang,” ujarnya.
Dengan total anggaran yang digelontorkan di atas Rp 45 miliar untuk lima kabupaten, target penyelesaian kemantapan jalan di seluruh Jawa Tengah diharapkan rampung pada 2026.