KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus harus memutar otak di tengah tekanan efisiensi anggaran. Alokasi pemeliharaan jalan untuk tahun depan dipangkas hingga dua pertiga dari angka ideal, menyisakan hanya Rp5 miliar untuk merawat ribuan kilometer jalan kabupaten.
“Sebenarnya baiknya itu kurang lebih Rp15 miliar. Tetapi kita efektivisasi supaya jalan yang rusak segera kita perbaiki dan kondisi jalan tetap baik terus,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, akhir pekan lalu.
Prioritas di Jalur Padat dan Penghubung Antar-Kecamatan
Dengan anggaran yang terbatas, Sam’ani memastikan pemeliharaan rutin tetap menjadi prioritas. Namun, fokus pengerjaan akan diarahkan secara ketat pada ruas jalan dengan volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) tinggi.
“Skala prioritas biasanya koneksi-koneksi yang padat dengan LHR tinggi, perkotaan, termasuk koneksi antara kecamatan dengan kecamatan, desa dengan desa yang masuk wilayah jalan kabupaten,” jelasnya.
Untuk jalan provinsi dan nasional yang melintasi Kudus, pemkab akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar perbaikan tetap berjalan sesuai kewenangan masing-masing.
Harga Aspal Naik Lebih dari 50 Persen, HPS Dihitung Empat Kali
Tak hanya soal alokasi, realisasi pembangunan dan perbaikan jalan tahun 2026 juga terhambat oleh lonjakan harga bahan baku. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, mengungkapkan bahwa harga aspal saat ini naik luar biasa hingga lebih dari 50 persen.
“Sehingga kita menghitung kembali dan terbukti kita kemarin menghitung HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sampai empat kali,” terang Harry.
Kondisi ini memaksa Dinas PUPR untuk menyesuaikan volume pekerjaan. Meski realisasi proyek berkurang, Harry menekankan bahwa pemeliharaan rutin tetap diupayakan demi keselamatan pengguna jalan.
“Kita tetap upayakan sebisa mungkin dengan adanya pemeliharaan rutin bisa membantu mengurangi tingkat kecelakaan akibat kerusakan jalan di Kudus,” katanya.
Proyek Jembatan Jadi Prioritas Pengerjaan
Harry menyebut, saat ini Dinas PUPR tengah memproses pengadaan untuk sejumlah proyek Bina Marga. Beberapa di antaranya adalah perbaikan Jalan Kerawang-Dau, Jalan Kesambi-Jojo, serta proyek Jembatan Kesambi.
“Kami utamakan pengerjaan jembatan terlebih dahulu, karena jembatan butuh waktu lebih lama untuk pengerjaannya,” pungkasnya.
Dengan anggaran yang ketat dan biaya material yang membengkak, pemkab berharap langkah prioritas ini bisa menjaga infrastruktur jalan tetap layak, terutama di titik-titik yang paling dibutuhkan masyarakat.