JAWA TENGAH — Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti menyerap gabah petani sepanjang tahun. Hal ini disampaikan untuk merespons berbagai masukan dari pelaku usaha penggilingan padi yang menyoroti fluktuasi pasokan gabah di akhir musim panen.
“Penyerapan gabah yang dilakukan Bulog merupakan pelaksanaan penugasan negara. Selama masih terdapat hasil panen petani yang harus diserap sesuai ketentuan, Bulog akan terus hadir menjalankan tugas tersebut secara konsisten sepanjang tahun,” ujar Ahmad Rizal dalam keterangan resminya.
Target 4 Juta Ton dan Peran Inpres 4/2026
Penyerapan ini berlandaskan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Regulasi itu menjadi payung hukum bagi Bulog untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), sekaligus menstabilkan harga gabah di tingkat petani. Hingga akhir Juni, realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri Bulog sudah mencapai 3,24 juta ton setara beras.
Dengan capaian 81 persen dari target tahunan 4 juta ton, Bulog optimistis dapat memenuhi sisa target di paruh kedua tahun ini. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah potensi gangguan cuaca dan fluktuasi produksi.
Bukan untuk Bersaing dengan Penggilingan
Bulog menekankan bahwa kehadirannya di pasar bukan untuk bersaing dengan penggilingan padi atau pelaku usaha lainnya. Sebaliknya, BUMN pangan ini berperan sebagai instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekosistem perberasan nasional.
“Kami menghormati setiap masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Namun di sisi lain, Bulog memiliki tanggung jawab untuk menjalankan amanat pemerintah. Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan, melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pelaku usaha perberasan,” tambah Ahmad Rizal.
Selama ini, Bulog telah menjalin kemitraan dengan ribuan penggilingan padi di berbagai daerah. Kemitraan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasokan beras bagi Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Sinergi untuk Ekosistem Beras Berkelanjutan
Ke depan, Bulog berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah secara profesional, transparan, dan akuntabel. Perusahaan juga akan memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penggilingan, hingga pedagang.
Tujuannya adalah mewujudkan ekosistem perberasan nasional yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan serapan yang konsisten, Bulog berharap petani tetap mendapatkan harga layak, sementara cadangan pangan negara tetap terjaga. ***