SOLO — Kaesang Pangarep menyebut Jawa Tengah sebagai "kandang gajah" yang harus direbut PSI. Target ambisius itu dicanangkan langsung saat Rakorwil perdana DPW PSI Jawa Tengah di Kota Solo, Kamis (8/1/2025).
Target 17 Kursi Provinsi dan Ratusan Fraksi
Saat ini PSI hanya memiliki 12 kursi DPRD Jawa Tengah. Kaesang menilai jumlah itu masih terlalu kecil untuk ukuran provinsi dengan 35 kabupaten/kota.
"Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi," ujarnya.
Safari Politik Jokowi Jadi Senjata Utama
Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo, mengonfirmasi kesiapan struktur partai menyambut rencana safari politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan mulai pertengahan Juli 2025. Pertemuan langsung dengan Jokowi menjadi landasan utama pergerakan mesin partai ke depan.
"Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng, memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai 'kandang gajah'," jelas Yogo.
Sebanyak 35 kabupaten/kota diusulkan sebagai rute kunjungan. Namun, Yogo menyebut Presiden ke-7 akan memilih sendiri titik mana yang akan disambangi. "Tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi," sambungnya.
Kesiapan Mesin Partai Capai 95 Persen
Yogo melaporkan struktur DPW PSI Jawa Tengah sudah hampir rampung. "Struktur mesin partai yang kami janjikan kami siap, hari ini kami laporkan ke Bapak," ungkapnya.
Analis: Menggeser PDIP Tak Semudah Itu
Di tengah semangat besar itu, Pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memberikan catatan kritis. Ia menekankan bahwa menggoyahkan kekuatan yang sudah mengakar di Jawa Tengah tidak bisa diselesaikan lewat manuver jangka pendek.
"Kalau PDIP digembosi, ya PDIP kan punya segmen sendiri. Enggak semudah itu juga," tegas Pangi.
Menurutnya, PSI belum memiliki nilai jual yang jelas di mata pemilih akar rumput. "PSI ini apa segmennya, kan nilai jualnya juga enggak ada sampai sekarang," nilainya.
Pangi mengingatkan bahwa pilihan masyarakat di bilik suara mencakup kedekatan ideologi dan rekam jejak, bukan sekadar sumber daya finansial partai. "Kalau kandang gajah mau menggeser kandang banteng ya enggak segampang itu, tidak mudah juga. Kecuali semua diukur bisa dari uang, tapi kan pemilih kita juga bisa terpengaruh oleh hal-hal yang lain selain uang," pungkasnya.