JEPARA — Garda Metal FSPMI Jawa Tengah resmi memiliki 82 anggota baru setelah rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Ke-V rampung digelar selama dua hari di kawasan wisata Kali Ndayung, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Pelantikan dan pengambilan sumpah digelar pada Minggu (12/7/2026), menandai awal tugas mereka sebagai pilar terdepan organisasi buruh sektor logam tersebut.
Instruksi Organisasi Tak Bisa Ditawar
Dalam sambutannya, Sugiyatno menekankan bahwa anggota Garda Metal tidak memiliki ruang untuk menolak atau memperdebatkan perintah yang sudah turun. Ia menyebut seluruh konsep aksi dan lobi telah dirancang oleh perangkat organisasi di tingkat atas.
“Kepada seluruh keluarga baru Garda Metal yang hari ini dilantik dan disumpah. Jalankan instruksi tanpa ada voting, tanpa ada perdebatan. Jalankan! Karena konsep dan lobi sudah difikirkan oleh tingkatan perangkat organisasi kita,” ujar Sugiyatno di hadapan para anggota baru.
Ia menambahkan bahwa Garda Metal dirancang sebagai satuan yang pantang menyerah. Anggota dilarang mencari alasan ketika instruksi aksi sudah diturunkan. “Ingat! kalian sudah disumpah. Dan satu lagi, jangan takut ketika kita bersama-sama memperjuangkan kepentingan orang banyak,” tegasnya.
Militansi Harus Terjaga Melawan Rasa Malas
Sugiyatno mengingatkan bahwa militansi adalah harga mati bagi setiap anggota. Menurutnya, rasa malas dan bosan menjadi musuh utama yang harus dilawan ketika panggilan aksi tiba. Ia mendorong para anggota baru untuk selalu meluangkan waktu saat ada instruksi organisasi.
“Militansi harus tetap kalian jaga dengan melawan rasa malas, bosan ketika instruksi aksi memanggil. Jika kalian terus menjaga kekompakan saya yakini insyaallah perjuangan kawan akan mendapat hasil yang baik,” katanya.
Ia juga menyoroti kebanggaan anggota baru karena mendapat pembinaan langsung dari pengurus Garda Metal tingkat nasional. Menurutnya, hal itu menjadi modal berharga untuk memperkuat militansi di berbagai daerah.
Dari Kali Ndayung ke Garis Depan Perjuangan
Pelatihan dasar yang berlangsung selama dua hari itu menjadi gerbang awal bagi para anggota untuk memahami peran strategis Garda Metal. Sugiyatno menyebut mereka adalah penjaga dan pelaksana keputusan organisasi. Tidak ada ruang untuk voting ketika kebijakan telah ditetapkan.
“Aksi adalah tugas Garda Metal dan kalian adalah penjaga keputusan organisasi,” ucap Sugiyatno menutup sambutannya.
Ia berharap anggota baru ini menjadi titik balik lahirnya perjuangan yang lebih solid di tubuh FSPMI Jawa Tengah. “Semoga kalian akan menjadi titik balik lahirnya perjuangan di FSPMI Jawa Tengah,” pungkasnya.