PATI — Proses pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS Pati di rumah Ketua DPRD setempat disebut berlangsung cepat dan aman. Ali Badrudin mengaku tidak menemui kendala saat petugas mendata aktivitas usahanya di luar sektor pertanian.
“Saya kemarin sudah didata oleh petugas sensus ekonomi, prosesnya cepat aman dan datanya terjamin,” ungkap Ali dalam keterangannya pada Selasa (14/7/2026).
Apa yang Didata dalam Sensus Ekonomi 2026?
Ali menjelaskan, sensus ekonomi merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh aktivitas usaha yang bergerak di luar sektor pertanian. Pendataan ini mencakup berbagai jenis usaha, dari skala mikro hingga besar, yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pati.
Menurut politisi tersebut, data yang dikumpulkan BPS akan menjadi fondasi utama dalam perumusan kebijakan dan rencana pembangunan daerah. Pemerintah kabupaten, kata dia, membutuhkan data riil di lapangan agar program-program ekonomi tepat sasaran.
Imbauan untuk Masyarakat: Jujur dan Terbuka
Ali Badrudin secara khusus mengajak warga Pati untuk bersikap kooperatif saat petugas BPS datang ke rumah atau tempat usaha. Ia menekankan bahwa keraguan masyarakat justru bisa menghambat akurasi data yang diperlukan pemerintah.
“Seluruh masyarakat Pati jangan ragu menerima kedatangan petugas BPS di rumah atau tempat usaha,” sambungnya.
Ia juga meminta agar setiap responden memberikan jawaban secara jujur, lengkap, dan benar. Menurut Ali, kualitas data yang valid sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi yang sebenarnya.
Mengapa Data Sensus Ekonomi Penting untuk Pati?
Sensus Ekonomi 2026 menjadi salah satu agenda nasional BPS yang bertujuan memotret struktur perekonomian daerah secara detail. Bagi Kabupaten Pati, data ini akan menjadi acuan dalam menyusun rencana pembangunan jangka menengah, termasuk alokasi anggaran untuk sektor UMKM, perdagangan, dan jasa.
Ali menegaskan, hasil sensus yang berkualitas akan membantu pemkab mengidentifikasi potensi ekonomi lokal yang belum tergarap maksimal. “Data dari masyarakat akan menjadi fondasi pembentukan kebijakan dan rencana pembangunan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.