JAWA TENGAH — Analisis terhadap komposisi pemain empat semifinalis—Prancis, Spanyol, Argentina, dan Inggris—menunjukkan tren yang jelas. Premier League memang pemasok pemain terbanyak, namun dominasi itu hampir seluruhnya berasal dari lini pertahanan.
Bek Premier League Mendominasi, Penyerang Justru Minim
Argentina memiliki duet bek Premier League: Cristian Romero (Tottenham) dan Lisandro Martinez (Manchester United). Prancis diperkuat William Saliba (Arsenal) dan Lucas Digne (Aston Villa). Spanyol membawa Marc Cucurella (Chelsea) dan Pedro Porro (Tottenham).
Bahkan, enam dari tujuh pemain bertahan Inggris yang menjadi starter saat mengalahkan Norwegia 2-1 di perempat final semuanya bermain di Premier League musim lalu. Hampir 95 persen menit bermain lini belakang Inggris di turnamen ini diisi oleh pemain dari liga Inggris.
Persentase serupa juga tinggi untuk Argentina (46,8 persen), Spanyol (45,5 persen), dan Prancis (43,1 persen). Namun, situasi berbalik 180 derajat saat melihat ke lini depan.
Lini Depan: Hanya Satu Pemain Premier League dari Inggris
Saat Inggris menaklukkan Norwegia, hanya Noni Madueke yang akan bermain di Premier League musim depan dari empat starter di lini depan. Anthony Gordon, yang musim lalu membela Newcastle, kini berseragam Barcelona. Marcus Rashford menjalani musim peminjaman di Nou Camp dari Manchester United.
Prancis, di perempat final, menurunkan trio Desire Doue (PSG), Kylian Mbappe (Real Madrid), dan Ousmane Dembele (PSG)—tanpa satu pun pemain Premier League. Spanyol pun demikian: Alex Baena (Atletico Madrid), Mikel Oyarzabal (Real Sociedad), dan Lamine Yamal (Barcelona) menjadi starter.
Argentina hanya memiliki dua pemain Premier League di antara empat gelandang yang mendukung duet Julian Alvarez (Atletico Madrid) dan Lionel Messi (Inter Miami), yaitu Alexis Mac Allister (Liverpool) dan Enzo Fernandez (Chelsea).
Gol Tanpa Sentuhan Pemain Premier League
Fakta lain yang mencengangkan: dari 13 gol Inggris di turnamen ini, tak satu pun dicetak oleh pemain yang bermain di Premier League musim lalu. Enam gol milik Jude Bellingham (Real Madrid), enam gol Harry Kane (Bayern Munich), dan satu gol Rashford.
Prancis juga belum kebobolan gol dari pemain Premier League. Kontribusi pemain Premier League untuk gol Argentina baru empat, dan Spanyol tiga.
Rory Smith, jurnalis BBC Radio 5 Live, berspekulasi bahwa pemain di luar Premier League mungkin diuntungkan karena terhindar dari "grind" atau tekanan fisik pekanan yang ketat. Mantan striker Inggris Chris Sutton membantahnya. "Tidak ada cara jelas untuk mengukur apakah tuntutan fisik Premier League menjadi kerugian di turnamen besar," ujar Sutton.
Premier League Tetap Raja Produktivitas, Tapi Bukan di Lini Depan Semifinal
Jika dilihat secara keseluruhan turnamen, Premier League masih memimpin produktivitas serangan dengan 70 gol dan 57 assist—total 127 kontribusi gol, jauh di atas La Liga (66) dan Bundesliga (52).
Erling Haaland (Manchester City) yang gugur di perempat final bersama Norwegia, atau Mikel Merino (Arsenal) yang menjadi kunci Spanyol di fase knockout, membuktikan kualitas pemain Premier League. Namun, saat piala semakin dekat, pengaruh Premier League di empat tim teratas justru paling mudah terlihat di lini belakang, bukan di lini depan.