JAWA TENGAH — Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh General Manager BRI Taipei Branch Andik Kurniawan bersama Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo. Acara tersebut turut disaksikan oleh Direktur Treasury & International Banking BRI Farida Thamrin dan Senior Executive Vice President (SEVP) Internal Audit BRI Yulianto Setiawan.
Farida Thamrin menjelaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia di luar negeri.
Literasi Keuangan Jadi Prioritas Utama
“Kami berharap dengan kolaborasi ini semakin banyak WNI di Taiwan memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat serta memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan,” ujar Farida dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan jumlah WNI di Taiwan—yang mayoritas adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI)—berbanding lurus dengan kebutuhan akan akses perbankan yang andal. Selama ini, banyak pekerja migran yang kesulitan mengirim uang ke kampung halaman atau menyimpan hasil kerja dengan aman. BRI ingin mengisi celah itu dengan layanan yang mudah dipahami dan biaya yang kompetitif.
Dampak Langsung untuk Pekerja Migran dan Diaspora
Dengan adanya nota kesepahaman ini, BRI Taipei Branch Office akan lebih gencar mengadakan program edukasi keuangan secara langsung di komunitas-komunitas WNI. Materi yang diajarkan mencakup cara menabung, mengelola utang, hingga memilih produk investasi yang tepat. KDEI Taipei akan menjadi mitra strategis dalam menjangkau para pekerja di berbagai sektor, termasuk pabrik dan jasa rumah tangga.
Bagi para profesional dan pelajar Indonesia di Taiwan, layanan perbankan BRI juga diharapkan bisa menjadi solusi untuk transaksi internasional dan pembiayaan pendidikan. Langkah ini sejalan dengan visi BRI sebagai bank yang mendukung inklusi keuangan di kancah global.
Sinergi BUMN untuk Warga di Luar Negeri
Kolaborasi antara BRI dan KDEI Taipei ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk melindungi dan memberdayakan WNI di luar negeri melalui layanan keuangan formal. Dengan lebih dari 400 ribu orang yang tersebar di Taiwan, risiko penipuan dan praktik keuangan ilegal pun meningkat. Edukasi yang masif diharapkan bisa menekan angka tersebut.
Ke depan, BRI berencana memperluas jangkauan layanan digitalnya agar WNI di Taiwan bisa mengakses perbankan kapan saja tanpa harus datang ke kantor cabang. Ini menjadi penting mengingat jam kerja para PMI yang padat dan lokasi tinggal yang tersebar.