SUKOHARJO — Perayaan ulang tahun KSPPS Kossuma Cita Mandiri kali ini tidak berhenti pada seremoni belaka. Mengusung tema "Memberdayakan Anggota, Menebar Kebaikan untuk Sesama", koperasi yang bermarkas di Sukoharjo ini menggabungkan agenda sosial dengan penguatan kapasitas finansial internal.
Kegiatan yang digelar Ahad (23/8/2026) itu menghadirkan dua agenda utama: penyaluran bantuan untuk puluhan anak yatim serta pembinaan anggota melalui kajian bertajuk "Mengokohkan Ketahanan Ekonomi Keluarga". Acara berlangsung di Gedung Mayangsari, Desa Mayang, Kecamatan Gatak, dan melibatkan Baitul Maal PBMT Kabupaten Sukoharjo serta PD Salimah Sukoharjo.
Santunan untuk 50 Anak Yatim dan Dhuafa
Sebanyak 50 anak yatim yang hadir bersama orang tuanya menerima bantuan berupa uang tunai dan paket sembako. Ketua Baitul Maal PBMT Kabupaten Sukoharjo, Nur Rohmat, menegaskan bahwa kehadiran koperasi di tengah masyarakat tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sosial.
"Koperasi tidak sekadar berorientasi profit, namun juga memiliki peran meningkatkan kesejahteraan anggota dan lingkungan masyarakat di sekitarnya," ujar Nur Rohmat.
Menurutnya, santunan ini diharapkan mampu meringankan kebutuhan harian keluarga dhuafa sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian lembaga keuangan syariah terhadap lingkungan sekitarnya.
Bekal Mengelola Keuangan di Tengah Tekanan Ekonomi
Perhatian acara tidak hanya tertuju pada bantuan sosial. Para anggota koperasi yang hadir juga mendapat materi literasi keuangan yang disampaikan oleh Rifuwanti. Materi tersebut menyentuh persoalan praktis yang dekat dengan keseharian rumah tangga, mulai dari menyusun skala prioritas kebutuhan, mengatur arus pemasukan dan pengeluaran, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat agar keluarga lebih siap menghadapi gejolak ekonomi.
Ketua PD Salimah Sukoharjo, Titik Haryanti, menyebut kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan keluarga.
"Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat silaturahmi antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga," tuturnya.
Komitmen Koperasi di Usia 16 Tahun
Ketua Pengurus KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo, Rosiena Retno Suryani, mengatakan usia 16 tahun menjadi momentum evaluasi perjalanan lembaga sekaligus pelebaran dampak bagi pemangku kepentingan.
"Milad ke-16 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan lembaga, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada anggota dan masyarakat," kata Rosiena.
Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus bertumbuh dengan memperkuat kesehatan koperasi, meningkatkan kapasitas anggota, dan memperluas manfaat nyata bagi masyarakat. Rangkaian acara ini mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: dukungan sosial bagi kelompok rentan serta penguatan fondasi ekonomi keluarga agar lebih tahan banting.