JAWA TENGAH — Prime Video akhirnya merilis trailer perdana Blade Runner 2099 setelah hampir lima tahun pengumuman awal. Serial delapan episode ini menjadi produksi live-action pertama dalam sejarah waralaba fiksi ilmiah yang lahir dari film kultus 1982 arahan Ridley Scott. Sebelumnya, sempat ada serial animasi Blade Runner: Black Lotus pada 2021.
Apa yang Terlihat di Trailer?
Trailer berdurasi sekitar dua menit itu sarat dengan estetika cyberpunk khas Blade Runner — pencahayaan neon, hujan abadi, dan arsitektur distopia. Efek visualnya terlihat memukau, meski belum banyak plot spesifik yang diungkap. Petunjuk utama: dunia telah berubah drastis setelah peristiwa Blade Runner 2049.
Salah satu perubahan besar adalah dominasi replikan — robot humanoid yang semula menjadi buruan — kini tampak sebagai kelompok mayoritas, sementara manusia menjadi minoritas. Trailer juga menyiratkan adanya perang besar yang terjadi antara 2049 dan 2099, meski detailnya masih dirahasiakan.
Pemeran dan Karakter
Hunter Schafer, yang dikenal lewat perannya di Euphoria, memerankan Cora — seorang blade runner (pemburu replikan nakal). Sedangkan Michelle Yeoh, peraih Oscar lewat Everything Everywhere All at Once, berperan sebagai replikan yang harus bekerja sama dengan Cora secara terpaksa. Misi mereka: menemukan seorang pelarian yang menyembunyikan kebenaran yang bisa "menghancurkan kota yang rapuh" tempat mereka tinggal.
Showrunner serial ini adalah Silka Luisa, yang sebelumnya mengerjakan adaptasi Shining Girls di Apple TV+. Ridley Scott sendiri bertindak sebagai produser eksekutif — menjamin konsistensi nada dan visual dengan film orisinal.
Jadwal Tayang dan Ketersediaan
Prime Video mengonfirmasi kedelapan episode Blade Runner 2099 akan dirilis sekaligus pada 25 November 2025. Serial ini disebut sebagai "limited series", artinya kemungkinan hanya satu musim tanpa lanjutan. Bagi pengguna Prime Video di Indonesia, akses bisa dilakukan dengan berlangganan layanan streaming Amazon — harga paket bulanan sekitar Rp 69.000 per bulan (per 2025). Pastikan koneksi internet stabil karena konten mendukung resolusi 4K HDR.
Posisi dalam Semesta Blade Runner
Serial ini menjadi bagian dari waralaba yang dimulai film Blade Runner (1982) arahan Ridley Scott, diadaptasi dari novel Do Androids Dream of Electric Sheep? karya Philip K. Dick. Semesta ini kemudian diperluas dengan sekuel Blade Runner 2049 (2017), film pendek Blade Runner 2036: Nexus Dawn, dan serial animasi Blade Runner: Black Lotus. Meski sering dikaitkan, semesta Blade Runner secara teknis terpisah dari waralaba Alien — meski keduanya diciptakan oleh Ridley Scott dan berbagi elemen visual serupa.
Bagi penggemar yang belum familiar: Blade Runner berkisah tentang konflik antara manusia dan replikan — robot yang hampir tidak bisa dibedakan dari manusia, diciptakan untuk kerja paksa di koloni luar angkasa. Ketika replikan mulai memberontak di Bumi, blade runner ditugaskan untuk "menonaktifkan" mereka.