Pencarian

Revitalisasi 13 Titik Keraton Solo Dimulai, Museum Ditutup hingga Akhir 2026

Sabtu, 25 Juli 2026 • 16:05:01 WIB
Revitalisasi 13 Titik Keraton Solo Dimulai, Museum Ditutup hingga Akhir 2026

SOLO — Revitalisasi 13 titik di kawasan Keraton Solo resmi dimulai pada 23 Juli 2026. Program ini mencakup bangunan bernilai sejarah tinggi seperti Pagelaran, Sitinggil, Kasentanan, Panti Pidono, Kraton Kilen, Panggung Sangga Buwana, dan Bangsal Pradonggo Kidul. Museum Keraton Solo menjadi salah satu area yang mendapat prioritas karena koleksi di dalamnya perlu segera dikonservasi dan didata secara menyeluruh.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan revitalisasi ini merupakan langkah penting karena status Keraton Surakarta telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional Indonesia. "Pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui pihak yang telah ditunjuk pemerintah, yaitu Panembahan Tedjowulan agar proses pelestarian berjalan sesuai ketentuan," ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Apa Saja 13 Titik yang Direvitalisasi?

Selain museum, pekerjaan menyasar Bangsal Pradonggo Kidul yang sebagian proses pembangunannya telah dimulai beberapa bulan sebelumnya. Revitalisasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap bangunan mendapatkan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan konservasi masing-masing.

Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai hingga akhir 2026. Usai revitalisasi, kawasan Keraton Solo diharapkan tetap mempertahankan keaslian bangunan sekaligus meningkatkan kualitas sebagai cagar budaya yang dapat dinikmati masyarakat.

Mengapa Museum Harus Ditutup?

Penutupan museum dilakukan agar pekerjaan konservasi dan pemugaran berjalan lebih maksimal tanpa mengganggu aktivitas wisata. SISKS Paku Buwono XIV Mangkubumi menjelaskan hanya petugas yang terlibat dalam revitalisasi yang diperbolehkan beraktivitas di area museum selama pengerjaan.

"Penutupan sementara dilakukan agar proses revitalisasi berjalan lebih maksimal tanpa mengganggu pekerjaan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Setelah seluruh tahapan selesai, Museum Keraton Solo akan kembali dibuka untuk masyarakat dan wisatawan," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu (25/7/2026).

Bagaimana Proses Konservasi Koleksi?

Sebelum pekerjaan dimulai, Balai Pelestarian Kebudayaan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi bangunan beserta seluruh koleksi museum. Seluruh benda bersejarah akan dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih aman untuk mendukung proses konservasi.

Pemerintah memastikan program pelestarian kawasan Keraton Solo akan berlanjut pada tahap berikutnya hingga seluruh area tertangani dengan baik. Fadli Zon menilai revitalisasi menjadi langkah penting untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat nilai sejarah bagi masyarakat luas.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks