SLAWI — Warningsih (56), warga RT 03/RW 06 Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, berhasil selamat setelah tercebur ke dalam sumur di belakang rumahnya, Senin (27/7) dini hari. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB, saat korban diduga terpeleset dan jatuh ke lubang sumur yang tidak tertutup rapat.
Korban yang sehari-hari tinggal bersama cucunya itu membuat geger warga setempat. Sang cucu yang masih duduk di bangku SMA langsung berteriak meminta tolong setelah melihat neneknya jatuh ke dalam sumur. Warga yang datang berkerumun segera menghubungi petugas.
Evakuasi Terkendala Diameter Sumur yang Sempit
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, Untung Subagyo, melalui Pranata Pencarian dan Pertolongan BPBD, Wiwit Rian Alfiat, mengatakan proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan. Tim SAR harus bekerja dengan metode vertical rescue dan confined space rescue karena kondisi sumur yang sempit.
“Kondisi sumur cukup menyulitkan karena diameternya hanya 80 sentimeter, namun korban berhasil diangkat dengan selamat,” ujar Wiwit dalam keterangannya, Senin.
Teknik hauling digunakan untuk mengangkat korban dari titik rendah ke permukaan. Metode ini umum dipakai dalam operasi penyelamatan di ruang terbatas seperti sumur, tangki, atau lorong sempit.
Lima Instansi Terlibat dalam Penyelamatan
Proses evakuasi melibatkan BPBD Kabupaten Tegal, PMI Kabupaten Tegal, Damkar Kabupaten Tegal, serta warga sekitar. Kerja sama lintas instansi disebut menjadi kunci keberhasilan penyelamatan nyawa Warningsih.
Setelah berhasil diangkat, korban langsung dilarikan ke RSUD dr Soeselo Slawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini korban.
Peringatan Bahaya Sumur Terbuka di Pemukiman
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga yang masih memiliki sumur terbuka di lingkungan rumah. BPBD Kabupaten Tegal mengimbau masyarakat untuk menutup lubang sumur dengan penutup yang kuat atau memasang pagar pengaman, terutama di rumah yang dihuni oleh lansia dan anak-anak.
“Kewaspadaan di lingkungan rumah sangat penting, terutama terhadap potensi bahaya sumur terbuka. Kami harap kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambah Wiwit.