Pencarian

Tiga Atlet Woodball Andalan Kebumen Resmi Bela Grobogan di Porprov Jateng 2026, KONI Pastikan Administrasi Tuntas

Kamis, 30 Juli 2026 • 10:13:32 WIB
Tiga Atlet Woodball Andalan Kebumen Resmi Bela Grobogan di Porprov Jateng 2026, KONI Pastikan Administrasi Tuntas
Febriyanti, Eka, dan Naswita resmi tercatat sebagai atlet woodball kontingen Grobogan untuk Porprov Jateng 2026 setelah proses administrasi mutasi dituntaskan.

KEBUMEN — Tiga atlet woodball berprestasi asal Kabupaten Kebumen resmi berganti kostum daerah. Mereka kini tercatat sebagai bagian dari kontingen Kabupaten Grobogan untuk ajang Porprov XVII Jawa Tengah tahun 2026.

Kepastian itu diperoleh setelah jajaran pengurus KONI Grobogan melakukan kunjungan langsung ke kantor KONI Kebumen. Rombongan dipimpin Ketua KONI Grobogan, Yoyok Prihantoro, dan disambut Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, beserta jajaran pengurus lainnya.

Proses Mutasi Diluruskan, Bukan Sekadar Pindah Domisili

Kedatangan KONI Grobogan bukan sekadar silaturahmi. Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kebumen, Dwi Aries Prambasto, menjelaskan bahwa kunjungan itu bertujuan menggarisbawahi sekaligus meluruskan proses perpindahan tiga atlet tersebut.

“Secara administrasi sebelumnya belum tuntas, sehingga kedatangan ini sekaligus meluruskan perpindahan tersebut yang didasarkan pada administrasi keolahragaan, bukan berdasarkan kependudukan,” ujar Dwi.

Ketiga atlet yang dimaksud adalah Febriyanti, Eka, dan Naswita. Mereka selama ini dikenal sebagai atlet andalan Kebumen di cabang woodball. Meski kini membela Grobogan, KONI Kebumen berharap ketiganya dapat kembali memperkuat daerah asal pada Porprov 2030 nanti, saat mereka sudah masuk kategori senior.

SRM, SKM, dan Aplikasi SISAKTI Jadi Acuan

Ketua KONI Grobogan, Yoyok Prihantoro, menegaskan bahwa proses mutasi sudah sesuai prosedur. Pihaknya secara resmi memohon surat keterangan izin dari KONI asal, yang menjadi syarat mutlak dalam perpindahan atlet antardaerah.

“Prosesnya harus mendapat izin dari KONI asal. Maka kami ke sini untuk memohon agar dikeluarkan surat keterangan tersebut. Selain Kebumen, ada beberapa kabupaten lain yang berproses di kami, begitu juga atlet kami ada yang keluar,” jelas Yoyok.

Setiap perpindahan atlet kini wajib melalui mekanisme administrasi berupa Surat Rekomendasi Mutasi (SRM) dan Surat Keputusan Mutasi (SKM). Validasi data juga diperkuat melalui aplikasi SISAKTI (Sistem Informasi Olahraga Prestasi) untuk memastikan keabsahan data, riwayat prestasi, hingga status mutasi atlet.

Silaturahmi Jadi Ajang Tukar Pengalaman dan Anggaran

Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menyebutnya sebagai kehormatan sekaligus kesempatan belajar.

“Yang mestinya ini timba marani sumur, lah ini justru sumur yang mendatangi timba. Kita banyak belajar dari sana, untuk itu kesempatan yang bagus ini kita gunakan untuk saling sharing,” ungkap Zubair.

Pertemuan itu juga membahas soal penyelenggaraan Porprov dan kondisi anggaran. Yoyok memaparkan bahwa anggaran KONI Grobogan sempat turun drastis menjadi Rp5,6 miliar dari sebelumnya Rp15 miliar akibat kebijakan efisiensi. Namun setelah APBD Perubahan, mereka kembali mendapat tambahan Rp4 miliar sehingga total menjadi Rp9,6 miliar.

Sementara itu, KONI Kebumen tahun ini hanya memperoleh dana hibah Rp1,8 miliar dari Pemkab. Selisih anggaran itu juga berdampak pada besaran bonus atlet. Grobogan misalnya, masih menyiapkan bonus Rp75 juta untuk setiap peraih medali emas, sementara Kebumen belum menyebutkan angka pasti.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kebumen24.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks