UNGARAN — Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Semarang, Kamis (30/7/2026) di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Mutasi dan promosi ini dilakukan untuk mengisi jabatan kosong sekaligus menyegarkan organisasi pemerintahan. Ngesti menegaskan proses mutasi dilakukan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
7 Pejabat Eselon II Bergeser, Ini Daftarnya
Dari total pejabat yang dilantik, tujuh orang merupakan pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau eselon II. Sejumlah posisi strategis berganti kepala dinas. Petrus Triyono misalnya, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kini dipercaya memimpin Dinas Perhubungan.
Moh Edy Sukarno bergeser dari Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja. Sementara Budi Rahardjo yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kini menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah.
Alexander Gunawan Tribiantoro, yang sebelumnya menjabat Kepala Pelaksana BPBD, kini dipercaya menjadi Sekretaris DPRD Kabupaten Semarang. Suyana bergeser menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, M. Taufiqurrahman menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, sedangkan M. Muslih menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang.
111 Pejabat Eselon III dan IV Ikut Dilantik
Selain pejabat eselon II, sebanyak 111 pejabat eselon III dan IV serta 17 pejabat fungsional juga ikut dilantik. Pada tingkat ini, sejumlah jabatan strategis di tingkat kecamatan dan kelurahan mengalami pergantian. Gogo Widiyatmoko misalnya, kini menjabat sebagai Camat Bandungan, sementara Muh Androi ditunjuk sebagai Camat Kaliwungu.
Di tingkat kelurahan, Cahya Okta Puspita dilantik sebagai Lurah Pringapus, dan Daroji sebagai Lurah Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat. Mutasi ini diharapkan menyegarkan organisasi di lini terdepan pelayanan publik.
Bupati Ngesti: Tidak Ada Jual Beli Jabatan
Dalam sambutannya, Ngesti Nugraha menegaskan bahwa seluruh proses mutasi dan promosi dilakukan secara profesional. Ia secara khusus menekankan tidak ada praktik transaksional dalam proses ini.
“Dan yang utama bahkan kami utamakan pada mutasi dan promosi PNS di Kabupaten Semarang ini tidak ada jual beli jabatan, ini perlu kami sampaikan ke semua pihak dan masyarakat,” tegasnya.
Bupati meminta para pejabat yang baru dilantik segera menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya dan cepat beradaptasi dengan tanggung jawab baru. “Sesegera mungkin untuk menyesuaikan dengan jabatan yang baru, sehingga bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, selain itu laksanakan tugas secara normatif sesuai perundang-undangan yang berlaku,” tukasnya.
Target Utama: Meningkatkan Pelayanan Publik
Ngesti mengatakan mutasi dan promosi ini merupakan bagian dari evaluasi organisasi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama pada jabatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami harap dan akan terus mengingatkan para pejabat struktural ini untuk dapat terus meningkatkan kinerja dalam rangka melayani masyarakat secara maksimal,” katanya. Ia memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu selama masa transisi jabatan.