Pencarian

Pohon Beringin Tumbang di Alun-alun Pemalang Kembali Jadi Tanda Jelang OTT KPK, Ini Makna Simbolisnya

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 22:12:01 WIB
Pohon Beringin Tumbang di Alun-alun Pemalang Kembali Jadi Tanda Jelang OTT KPK, Ini Makna Simbolisnya
Pohon beringin tumbang di Alun-alun Pemalang saat Salat Idulfitri 2025.

PEMALANG — Kehebohan penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro oleh KPK kembali mengangkat ingatan publik pada peristiwa robohnya pohon beringin di Alun-alun Pemalang saat Salat Idulfitri 2025 silam. Peristiwa serupa juga terjadi pada 2022, beberapa bulan sebelum mantan Bupati Mukti Agung Wibowo dicokok dalam kasus suap jual beli jabatan.

Kesamaan dua peristiwa itu memunculkan anggapan di masyarakat bahwa robohnya pohon beringin merupakan simbol atau isyarat akan datangnya perubahan besar dalam kepemimpinan. Sebagian warga bahkan menyebutnya sebagai tanda "lengser keprabon".

Bukan Sekadar Pertanda, Ini Filosofi Beringin di Alun-alun Jawa

Menanggapi anggapan tersebut, Pemerhati Budaya K.R.T. Heppy Nugrahadiprojo menjelaskan bahwa pohon beringin bukan sekadar peneduh. Dalam konsep tata kota Jawa, beringin menjadi elemen penting dalam 'Catur Gatra Tunggal' yang digagas Panembahan Senopati, raja pertama Kerajaan Mataram Islam.

"Konsep tata kota ini digagas Panembahan Senopati atau Danang Sutawijaya, raja pertama Kerajaan Mataram Islam," jelas Heppy, Sabtu (1/8/2026).

Empat elemen dalam Catur Gatra Tunggal meliputi Keraton sebagai kedudukan raja, Alun-alun sebagai ruang sosial, Masjid sebagai pusat spiritualitas, dan Pasar sebagai pusat ekonomi. Pohon beringin yang kerap diartikan sebagai lambang pengayoman menjadi pakem sebuah alun-alun.

"Kita bisa lihat ada beringin kembar di Alun-alun Jogja dan Solo," ujarnya.

Dua Beringin Kembar: Simbol Keseimbangan Raja dan Rakyat

Keberadaan dua pohon beringin di alun-alun bukan tanpa makna. Heppy menyebut keduanya merupakan wujud keseimbangan dan keserasian hubungan dalam konsep Manunggaling Kawula Gusti, yaitu persatuan antara raja dan rakyat serta kedekatan hubungan antara manusia dan Tuhan.

Bagi masyarakat Jawa, kejadian aneh seperti pohon beringin tumbang bukanlah hal tabu. Sejak dahulu, para pemimpin Jawa telah mengenal ilmu 'Tanggap Sasmita' atau kepekaan terhadap lambang dan simbol.

"Para pemimpin Jawa jaman kerajaan, mendapat gemblengan ilmu Tanggap Sasmita atau peka terhadap lambang atau simbol," ungkap pembina Komunitas Tosan Aji Kabupaten Pemalang (TAJI KALANG) itu.

Kronologi Dua Bupati yang Terjerat KPK

Kasus pertama menimpa Mukti Agung Wibowo yang dicokok KPK pada Kamis, 11 Agustus 2022. Penangkapan terkait kasus suap jual beli jabatan itu terjadi beberapa bulan setelah pohon beringin di depan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Pemalang roboh pada Jumat, 27 Mei 2022.

Kasus kedua menimpa Anom Widiyantoro yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. Peristiwa robohnya pohon beringin di Alun-alun Pemalang saat Salat Idulfitri 2025 disebut-sebut menjadi pendahulu kejadian tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terhadap Anom Widiyantoro masih berjalan di KPK. Sementara itu, publik Pemalang masih menunggu kejelasan lebih lanjut terkait perkembangan kasus yang menjerat kedua pemimpin daerah mereka tersebut.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: puskapik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks