WONOGIRI — Ribuan botol dan galon plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh para siswa SMPN 5 Wonogiri. Program bertajuk "Mas Karyo" atau Menyulap Barang Bekas Menjadi Karya Yang Wow ini menjadi motor penggerak sekolah dalam mewujudkan lingkungan bersih sekaligus membentuk karakter kreatif peserta didik.
Berbeda dengan program daur ulang pada umumnya, Mas Karyo tidak hanya berhenti pada pengumpulan sampah. Para siswa dilibatkan langsung dalam proses panjang pengolahan, mulai dari memilah, membersihkan, memotong, hingga menghias limbah plastik menjadi produk siap pakai.
Dari Botol Bekas Menjadi Produk Fungsional
Hasil olahan siswa tidak main-main. Botol plastik disulap menjadi tempat pensil dan tempat telur, sementara galon bekas dirangkai menjadi tempat buah serta hiasan meja yang estetik. Setiap karya memiliki desain unik yang mempercantik sudut-sudut ruangan sekolah.
Gagasan ini lahir dari kepedulian Yhesi Mustikasari, penggagas program, terhadap meningkatnya timbunan sampah plastik di lingkungan sekolah. Ia melihat persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan membuang sampah, melainkan dengan mengubah cara pandang generasi muda terhadap limbah.
Menanamkan Prinsip 3R Sejak Dini
Melalui pendampingan rutin, siswa diajak menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) secara nyata. Mereka belajar mengurangi produksi sampah, memakai kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang limbah menjadi produk baru yang lebih berguna.
"Inovasi Mas Karyo kami hadirkan agar siswa memiliki ruang berekspresi dalam mengolah sampah plastik menjadi karya yang memiliki fungsi dan nilai seni. Melalui kegiatan ini mereka belajar menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle secara langsung dalam kehidupan sehari-hari," ujar Yhesi Mustikasari melalui rilis, Minggu (2/8/2026).
Modal Menuju Adiwiyata Nasional
Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo, menegaskan program ini merupakan langkah strategis mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan pengembangan keterampilan. Sekolah menargetkan predikat Adiwiyata Nasional dengan menjadikan Mas Karyo sebagai program unggulan berbasis karakter.
"Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menghasilkan karya yang bermanfaat dari barang bekas. Hal ini menjadi modal yang sangat baik bagi SMPN 5 Wonogiri dalam perjalanan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional," ungkap Pudi Sri Maryatmo.
Dampak Nyata bagi Karakter dan Ekonomi
Program ini memberi dampak luas pada perkembangan siswa. Kreativitas terasah, kemampuan bekerja sama meningkat, dan kepedulian terhadap kebersihan tumbuh dari kebiasaan harian. Para siswa juga mulai memahami bahwa limbah memiliki potensi ekonomi jika diolah secara inovatif.
Setiap karya yang dipajang menjadi simbol bahwa kepedulian lingkungan bisa diwujudkan lewat tindakan sederhana. Mas Karyo diharapkan menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan gerakan serupa, sehingga pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan peluang menciptakan karya dan membangun karakter berkelanjutan.