Pencarian

5.400 Bibit Kopi Arabika Disiapkan untuk Petani Tombo Batang, Bimtek Jadi Bekal Jaga Kelestarian DAS

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:25:31 WIB
5.400 Bibit Kopi Arabika Disiapkan untuk Petani Tombo Batang, Bimtek Jadi Bekal Jaga Kelestarian DAS
Sebanyak 5.400 bibit kopi Arabika disiapkan untuk 13 petani di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.

BATANG — Ratusan bibit kopi Arabika akan segera menghijaukan lahan warga di Desa Tombo, Kecamatan Bandar. Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah IV Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah bersama PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) menyiapkan 5.400 bibit untuk menghidupkan kembali potensi kopi khas daerah tersebut.

Bibit tersebut direncanakan dibagikan kepada 13 petani. Berdasarkan survei lahan yang dilakukan CDK Wilayah IV, total ada 27 bidang tanah yang siap ditanami. Penanaman dijadwalkan berlangsung menjelang musim hujan agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih tinggi.

Bimtek Jadi Modal Petani Kelola Lahan

Penyaluran bibit tidak berjalan sendiri. Sebelumnya, para petani mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Kopi Arabika di Pondok Sidawung pada Rabu (12/8/2026). Pelatihan ini menjadi bagian penting dari program DAS Lestari yang digagas untuk memperkuat kapasitas petani.

Materi yang disampaikan mencakup teknik penanaman hingga pengelolaan hama dan penyakit tanaman. Burohim dan Anang dari Petani Kopi Surjo hadir sebagai narasumber, berbagi pengalaman praktis yang bisa langsung diterapkan di lapangan.

Bukan Sekadar Bagi Bibit, Melainkan Keberlanjutan

Salah satu peserta Bimtek, Tarmujo, menilai pelatihan ini memberi bekal nyata bagi petani. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil panen dan menjaga produktivitas lahan dalam jangka panjang.

General Manager Stakeholder Relation PT BPI, Aryamir H. Sulasmoro, menegaskan bahwa dukungan perusahaan tidak berhenti pada penyediaan bibit. Penguatan kemampuan petani justru menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Dukungan terhadap masyarakat tidak hanya berupa penyediaan bibit, tetapi juga bagaimana pengetahuan dan kemampuan petani dapat terus berkembang. Melalui kegiatan ini, kami berharap petani memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan kopi Arabika sekaligus mengelola lahan secara berkelanjutan,” ujar dia.

Menghidupkan Kembali Kopi Tombo

Desa Tombo sebenarnya memiliki sejarah panjang dalam budidaya kopi. Namun, potensi itu sempat meredup. Lewat kolaborasi antara Pemerintah Desa Tombo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), CDK Wilayah IV, dan PT BPI, pemerintah berupaya membangkitkan kembali komoditas unggulan ini.

Kopi Arabika dipilih karena nilai ekonominya yang menjanjikan. Selain itu, tanaman kopi yang ditanam dengan sistem agroforestri juga berperan dalam menjaga tutupan lahan dan mencegah erosi, sejalan dengan tujuan program DAS Lestari.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan geliat ekonomi warga Tombo kembali menguat seiring tumbuhnya ribuan pohon kopi baru di lahan mereka.

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks