Pencarian

Samsung Galaxy Watch 8 Miliki Fitur Antioxidant Index, Ukur Kadar Antioksidan Kulit via Sensor BioActive

Senin, 17 Agustus 2026 • 00:58:01 WIB
Samsung Galaxy Watch 8 Miliki Fitur Antioxidant Index, Ukur Kadar Antioksidan Kulit via Sensor BioActive
Pengguna menunjukkan fitur Antioxidant Index pada Samsung Galaxy Watch 8 melalui aplikasi Samsung Health.

JAWA TENGAH — Fitur terbaru di lini wearable Samsung ini bukan sekadar penghitung langkah atau pemantau detak jantung. Antioxidant Index memanfaatkan sensor BioActive untuk menganalisis konsentrasi karotenoid—pigmen alami dengan sifat antioksidan yang banyak ditemukan pada buah dan sayur berwarna kuning, oranye, serta hijau—di lapisan kulit.

Menurut Samsung, paparan sinar UV, konsumsi alkohol, dan tingkat stres juga dapat memengaruhi skor akhir yang dihasilkan. Dengan kata lain, angka tersebut lebih relevan sebagai indikator tren pola makan jangka panjang daripada tolok ukur kesehatan instan.

Cara Kerja Sensor BioActive pada Galaxy Watch 8

Untuk memulai pengukuran, pengguna perlu melepas jam tangan dari pergelangan, membuka aplikasi Samsung Health, memilih menu Antioxidant Index, lalu menekan tombol Measure. Setelah itu, ibu jari ditempelkan ke sensor BioActive di bagian belakang perangkat selama kurang lebih lima detik.

Samsung menjelaskan bahwa sensor ini menggunakan teknik multi-wavelength absorption spectroscopy. Teknik ini melibatkan pancaran cahaya LED berwarna kuning, biru, ungu, dan hijau untuk menerangi kulit. Karotenoid menyerap panjang gelombang cahaya tertentu—terutama spektrum biru—lebih kuat dibanding elemen kulit lainnya.

Pantulan cahaya yang tersisa kemudian ditangkap oleh fotodioda dan diolah menjadi estimasi konsentrasi karotenoid. Alasan penggunaan ibu jari juga bukan tanpa perhitungan. Melanin dan hemoglobin dapat mengganggu akurasi pembacaan optik. Tekanan ibu jari membantu mengurangi aliran darah di area pengukuran, sehingga interferensi dari hemoglobin bisa diminimalkan.

Seberapa Akurat Skor Antioxidant Index?

Klaim akurasi fitur ini didasari pengujian internal Samsung terhadap metode Raman spectroscopy, teknik laboratorium standar untuk mengukur karotenoid kulit. Hasil pembacaan juga dibandingkan dengan tes darah, catatan asupan makanan, dan data klinis dari ratusan partisipan.

Selain itu, uji klinis acak pada 2023 yang melibatkan peneliti Samsung menemukan korelasi kuat antara metode reflection spectroscopy (yang dipakai di jam tangan) dengan Raman spectroscopy. Namun, perlu dicatat, Samsung belum mempublikasikan angka margin kesalahan resmi yang mudah dipahami konsumen.

Perusahaan menegaskan fitur ini tidak dimaksudkan untuk men

Follow semarang24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks