JAWA TENGAH — Tesla Robotaxi di Austin baru saja menambah jam operasional hingga pukul 23.00, tapi Elon Musk mengungkap kendala utama yang menghambat layanan 24 jam. Mobil otonom berbasis kamera itu kesulitan mendeteksi objek berkontras rendah di kegelapan, seperti kucing abu-abu di aspal abu-abu. Kondisi ini justru menjadi keunggulan sensor lidar dan radar yang bertahun-tahun disebut Musk sebagai teknologi sia-sia.
Pengumuman penambahan satu jam operasional itu disampaikan akun Robotaxi Tesla pada Jumat malam. Sebelumnya, layanan di Austin berhenti pukul 22.00, kini menjadi pukul 23.00. Musk memposting ulang pengumuman tersebut dan menjelaskan alasan di baliknya.
"Hal utama yang kami coba selesaikan adalah memastikan kami tidak menabrak hewan peliharaan saat sulit terlihat di malam hari. Kami benar-benar berusaha menghindari kucing abu-abu di aspal abu-abu dalam kegelapan," tulis Musk.
Masalah Kontras Rendah di Kondisi Minim Cahaya
Kamera bekerja sebagai sensor pasif. Ia mengandalkan cahaya yang memantul dari objek dan membedakannya berdasarkan kontras dengan latar belakang. Hewan berwarna abu-abu di atas aspal abu-abu pada malam hari nyaris tidak memberikan keduanya.
Lidar bekerja berbeda. Sensor aktif ini menembakkan pulsa laser dan menghitung waktu pantulannya untuk membentuk jarak serta profil tiga dimensi objek di jalan. Performanya sama saja di tengah malam maupun siang, dan tidak peduli warna kucing sama atau berbeda dengan aspal.
Radar menjalankan fungsi serupa dengan gelombang radio, plus mengukur kecepatan. Kemampuannya mendeteksi objek sekecil itu memang lebih lemah, tapi tetap berfungsi dalam kabut, debu, dan silau yang membutakan kamera.
Semua Operator Otonom Skala Besar Pakai Ketiganya
Waymo memakai 13 kamera, 4 lidar, dan 6 radar pada sistem generasi keenamnya. Pada Agustus lalu, co-CEO Waymo Dmitri Dolgov memperlihatkan rekaman anak-anak mengejar anjing melintasi jalan gelap gulita. Feed kamera nyaris tidak berguna, sementara tampilan lidar tetap jernih.
Sekitar 4.000 kendaraan otonom Waymo beroperasi 24 jam sehari. Tesla justru menempuh arah sebaliknya. Perusahaan menghapus radar dari mobilnya pada Mei 2021, membuang sensor ultrasonik pada 2022, dan tidak pernah mengirim satu pun mobil dengan lidar.
Rekam Jejak Musk soal Lidar dan Penglihatan Malam
Pada April 2019, Musk menyebut lidar sebagai "usaha yang sia-sia" dan mengatakan siapa pun yang mengandalkannya "sudah celaka". Februari 2022, ia menyebut lidar "maksimum lokal yang menggoda" dan menegaskan solusi umum untuk mengemudi mandiri "harus memerlukan jaringan saraf silikon dan kamera".
Agustus 2025, ia melangkah lebih jauh dengan mengklaim "lidar dan radar menurunkan keselamatan akibat pertentangan sensor". Mei tahun ini, ia memposting gambar "rekonstruksi hitungan foton" dari kamera Tesla dan menulis: "Inilah mengapa FSD Tesla bisa melihat begitu baik di malam hari atau menembus silau ekstrem."
Lima bulan berselang, penglihatan malam justru menjadi "hal utama" yang Tesla coba selesaikan. Musk sebenarnya sudah tahu kompromi ini sejak awal. Saat menarik radar pada 2021, ia memberi tahu Electrek melalui pesan langsung bahwa "penglihatan dengan radar resolusi tinggi akan lebih baik daripada penglihatan murni".
Investigasi NHTSA dan Skala Layanan yang Stagnan
NHTSA saat ini menyelidiki 3,2 juta unit Tesla terkait kecelakaan FSD dalam kondisi visibilitas rendah. Dalam penyelidikan itu, lembaga tersebut meminta dokumen internal Tesla berjudul "Radar Saves Us".
Konteks tambahan soal satu jam ekstra itu cukup ironis. Saat Tesla meluncurkan Robotaxi di Austin pada Juni 2025, aplikasi menerima permintaan perjalanan dari pukul 06.00 hingga tengah malam. Lima belas bulan kemudian, layanan justru tutup satu jam lebih awal dibanding hari pertama.
Skala layanannya pun kecil. Tesla nyaris tidak berkembang sejak peluncuran, bahkan setelah penambahan Cybercab bulan lalu. Sementara itu, insiden tetap terjadi di operator lain. Waymo menabrak kucing bodega di San Francisco Oktober lalu, dan perusahaan menyatakan hewan itu menyelinap di bawah mobil saat bergerak.
Tesla menjadi satu-satunya operator yang CEO-nya mengakui mobil kesulitan melihat hewan sejak awal. Fisika yang sama berlaku untuk tapak ban di jalan tol atau anak berbaju hoodie hitam. Objek-objek itu lebih besar dan mudah terlihat, tapi margin keselamatan tidak seharusnya bergantung pada ukuran yang "lebih besar dari kucing".