JAWA TENGAH — Perum Perumnas menjajaki kerja sama dengan PT Paramount Enterprise International untuk mengembangkan lebih dari 14.000 unit hunian di tiga lokasi strategis, dengan total lahan melebihi 200 hektare. Kolaborasi ini menjadi salah satu jalur Perumnas mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus mengoptimalkan aset perusahaan yang selama ini belum tergarap penuh.
Paragraf pembuka: Kesepakatan itu mencakup penjajakan pengembangan hunian tapak di tiga proyek Perumnas, yakni Maros, Parayasa, dan Maja. Skema yang dibahas termasuk kemungkinan Kerja Sama Operasional (KSO) dengan mitra yang memiliki kompetensi, pengalaman, jaringan, serta kapasitas investasi. Pelaksana Tugas Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan aset perseroan.
Lahan Strategis yang Belum Tergarap Optimal
Perumnas menilai portofolio lahannya di sejumlah wilayah menyimpan potensi besar yang belum dimanfaatkan maksimal. Pengembangan kawasan, terutama di area perkotaan, dinilai dapat memanfaatkan infrastruktur dan konektivitas yang sudah tersedia sehingga hunian bisa dibangun lebih cepat dan kawasan tumbuh lebih produktif.
Melalui kerja sama ini, Perumnas berharap investasi dari mitra strategis masuk lebih deras. Pemanfaatan aset pun diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, bukan sekadar menjual lahan mentah.
Dampak bagi Calon Pemilik Rumah
Bagi masyarakat, hasil akhir yang dibidik adalah tambahan pasokan hunian tapak di tiga wilayah tersebut. Perumnas menegaskan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan kawasan, sehingga skema komersial dengan mitra tidak menghapus mandat sosial perseroan.
Peran Perumnas sebagai mitra pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan terjangkau menjadi dasar strategi ini. Optimalisasi aset, pengembangan kawasan, dan penguatan kolaborasi dengan investor disebut sebagai tiga pilar yang dijalankan bersamaan.
Modal 14 Lokasi Proyek Strategis Nasional
Posisi Perumnas di sektor perumahan nasional menguat setelah 14 lokasi proyeknya ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2026. Ke-14 lokasi itu tersebar di berbagai wilayah dengan luas lahan sekitar 1.700 hektare.
Dari kawasan tersebut, potensi pengembangan mencapai sekitar 127.000 unit hunian. Cakupannya luas: perumahan skala besar, hunian berbasis Transit-Oriented Development (TOD), hunian vertikal perkotaan, hingga revitalisasi kawasan tempat tinggal lama.
Status PSN memberi Perumnas ruang lebih lebar untuk menarik investor dan mempercepat eksekusi. Namun perseroan juga dituntut menjaga keseimbangan antara mandat penyediaan perumahan rakyat dan keberlanjutan bisnis.
Penutup: Bagi Perumnas, menggandeng pengembang swasta seperti Paramount adalah cara memperbesar kapasitas tanpa menanggung seluruh beban investasi sendiri. Jika penjajakan di Maros, Parayasa, dan Maja berjalan mulus, tiga kawasan itu bisa menjadi contoh bagaimana lahan BUMN perumahan digarap lewat kemitraan, bukan dikerjakan sendirian.