KEBUMEN — Keterbatasan sarana latihan tidak menghentikan tim estafet putra Kebumen menempati podium tertinggi cabang atletik Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Emas tersebut menambah koleksi kontingen Kebumen menjadi enam medali emas di ajang provinsi itu.
Kapten tim estafet putra, Ferdiansyah, menyebut hasil tersebut lahir dari perjuangan yang tidak ringan. Skuadnya tidak memiliki lintasan latihan yang memadai di daerah sendiri.
Berlatih di SMK 2, Cari Lintasan Panjang sampai Purworejo
Ferdiansyah menjelaskan, timnya menjalani latihan di SMK 2. Setiap kali membutuhkan lintasan panjang, para pelari harus berangkat ke Purworejo.
"Ini sebuah pencapaian yang sangat luar biasa karena fasilitas latihan kami tidak mumpuni. Kami berlatih di SMK 2. Kalau butuh lintasan yang panjang, kami harus berangkat ke Purworejo. Tapi, semua itu tidak menjadi penghalang untuk kami menjadi juara satu," ujar Ferdiansyah, Kamis (29/10/2026).
Menurut Ferdiansyah, kondisi sarana tidak menyurutkan semangat tim untuk memberi hasil terbaik bagi Kebumen. Emas itu ia dedikasikan untuk kedua orang tua dan kekasihnya yang selama ini memberi dukungan.
Tim Putri Finis Kelima, Pelari Terakhir Tampil dengan Cedera
Hasil berbeda diraih tim estafet 4x100 meter putri Kebumen. Meski lolos ke final, tim putri mengakhiri perlombaan di posisi kelima.
Pelatih atletik Kebumen, Abror, mengatakan target emas yang dibebankan kepada tim putra berhasil diwujudkan. Tim putri sebelumnya juga diharapkan menyumbang medali.
Peluang tim putri bersaing lebih jauh terganggu cedera pelari terakhir. Atlet tersebut mengalami kecelakaan sekitar sepekan sebelum perlombaan sehingga harus menahan rasa sakit saat turun di lintasan final.