SOLO — Puluhan bhikkhu dari berbagai negara berjalan kaki menyusuri ruas jalan di Kota Solo. Kehadiran mereka menyedot perhatian warga yang melintas. Sebagian berhenti sejenak untuk memberi hormat atau mengabadikan momen.
Perjalanan Thudong merupakan tradisi tahunan para bhikkhu. Mereka berjalan kaki dari satu kota ke kota lain sebagai bentuk meditasi dan pengendalian diri. Tahun ini, titik akhir perjalanan adalah Candi Borobudur, lokasi puncak perayaan Waisak.
Rombongan tiba di Solo pada Sabtu sore. Mereka diterima di lingkungan Pura Mangkunegaran. Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan.
Para bhikkhu membawa pesan perdamaian dan toleransi. Warga Solo yang mayoritas Muslim menyambut hangat. Beberapa warga memberikan air mineral dan makanan ringan kepada para bhikkhu yang beristirahat.
"Ini momen langka. Kami bisa melihat langsung para bhikkhu dari dekat. Semoga pesan damai yang mereka bawa sampai ke kita semua," ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Petugas kepolisian dari Polresta Solo dan Satpol PP dikerahkan mengamankan jalur yang dilalui rombongan. Arus lalu lintas sempat tersendat di beberapa titik. Petugas memastikan perjalanan para bhikkhu berlangsung aman dan lancar.
Perayaan Waisak 2570 BE/2026 di Candi Borobudur rencananya digelar pada Mei mendatang. Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah diperkirakan hadir dalam prosesi tersebut.