JAWA TENGAH — Hashim Djojohadikusumo menyebut pergeseran ke kendaraan listrik (EV) akan mengubah total pola konsumsi energi nasional. Konsumsi BBM diperkirakan perlahan turun, tapi kebutuhan listrik justru terbang tinggi. "Perusahaan seperti Amazon, Microsoft, Apple, dan lainnya melihat Indonesia sebagai lokasi utama investasi pusat data. Hal itulah yang akan menjadi alasan mengapa penggunaan energi akan melonjak drastis," ujar Hashim dalam sesi Plenary Session di IPA Convex 2026, ICE BSD, Rabu (20/5).
Hashim optimistis gas bumi akan menjadi tulang punggung pembangkit listrik era baru. "Maka saya optimis sektor energi sangat-sangat akan diandalkan terutama gas, terutama gas," tegasnya. Ia menilai Indonesia beruntung karena memiliki sumber energi domestik yang melimpah untuk memenuhi kebutuhan ini.
Namun, Hashim mengingatkan satu syarat mutlak: kepastian hukum dan stabilitas politik. "Investor perlu kepastian hukum, perlu stabilitas," ujarnya. Tanpa itu, kata dia, investasi hulu migas tak akan mengalir deras ke Indonesia.
President IPA, Kathy Wu, mengungkapkan bahwa persaingan mendapatkan alokasi modal di internal perusahaan anggota IPA kini sangat ketat. Manajemen perusahaan besar seperti bp kini lebih selektif. "Proyek di Indonesia harus benar-benar kompetitif, baik dari sisi tingkat pengembalian investasi, risiko, kepastian pelaksanaan, hingga kepastian hasil yang dihitung di atas kertas benar-benar dapat terealisasi," ungkap Kathy.
Wade Floyd, Vice President IPA, menambahkan bahwa Indonesia punya sejarah panjang dan hubungan baik dengan para pemain industri hulu migas. "Peran investor internasional adalah membawa kemampuan unik seperti teknologi, integrasi proyek berskala besar, dan sumber daya manusia kelas dunia untuk mendukung pertumbuhan Indonesia," katanya.
Ronald Gunawan, Vice President IPA, menilai Indonesia sebenarnya punya semua modal menjadi tujuan investasi kelas atas: tingkat pengembalian investasi bagus, stabilitas terjaga, dan skema fiskal baik. "Pekerjaan rumah yang tersisa adalah memangkas waktu pengerjaan proyek. Kalau eksekusinya bisa lebih cepat, saya yakin Indonesia akan menjadi negara tujuan investasi kelas atas," tegas Ronald.
Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menambahkan masih banyak ruang untuk meningkatkan kemudahan berusaha di sektor hulu migas. Menurutnya, seluruh stakeholder harus membangun kesamaan pemahaman bahwa ketahanan energi bukan hanya masalah industri migas, "Tetapi masalah seluruh bangsa."
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan pemerintah berkomitmen penuh menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan fleksibel. Salah satu strateginya adalah menyatukan frekuensi lintas kementerian yang kerap menjadi tantangan utama. "Setelah keputusan investasi dibuat, maka harus segera dijalankan. Kalau ada masalah, mari kita duduk bersama dan selesaikan satu per satu. Kuncinya adalah percepatan proyek," jelas Djoko.