OJK Jateng Gaet 70 Kader Nasyiatul Aisyiyah Jadi Duta Literasi Keuangan, Bidik Keluarga Akar Rumput

Penulis: Joko Purnomo  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:02:01 WIB
Kepala OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo memberikan sambutan dalam pelatihan duta literasi keuangan di Semarang.

SEMARANG — Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyebut jaringan kader Nasyiatul Aisyiyah punya posisi strategis dalam menyampaikan edukasi keuangan langsung ke masyarakat. Kader-kader itu dipilih karena punya kedekatan dengan keluarga dan komunitas akar rumput.

Pelatihan berlangsung dua hari, 10–11 Oktober 2026. Peserta tidak hanya dibekali pemahaman produk keuangan, tetapi juga cara mengenali risiko aktivitas keuangan ilegal.

Apa Itu Program DILAN dan Siapa Sasaran Edukasinya?

DILAN adalah program pembentukan duta yang bertugas menyebarkan literasi keuangan berbasis komunitas. OJK Jateng menggandeng Nasyiatul Aisyiyah karena organisasi perempuan muda itu memiliki jaringan luas hingga tingkat desa dan kelurahan.

Hidayat menegaskan kader DILAN bakal menyasar keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Lewat pendekatan itu, informasi soal produk jasa keuangan diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi sampai ke rumah-rumah warga.

"Melalui Program DILAN, kader Nasyiatul Aisyiyah harapannya menjadi penggerak literasi keuangan berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan jejaring dakwah, pengajian, pendampingan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat hingga tingkat akar rumput," ujar Hidayat.

Materi Pelatihan: dari Pengelolaan Keuangan sampai Judi Daring

Selama ToT, peserta mempelajari tugas dan fungsi OJK, cara mengelola keuangan secara bijak, serta berbagai produk dan layanan jasa keuangan yang tersedia di pasar.

Materi lain menyoroti kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman daring ilegal, judi daring, dan beragam modus penipuan keuangan. Peserta juga mendapat pembekalan soal pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Fokus pada pinjol ilegal bukan tanpa alasan. Praktik pinjaman daring tanpa izin masih menjerat warga di berbagai daerah Jawa Tengah, terutama kelompok yang belum paham membedakan layanan resmi dan abal-abal.

Kenapa Kader Perempuan Jadi Ujung Tombak Edukasi?

Jaringan kader yang tersebar di berbagai daerah disebut Hidayat sebagai modal penting untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan. Pendekatan lewat pengajian dan pendampingan keluarga dinilai lebih efektif ketimbang sosialisasi formal.

Para duta diharapkan mampu menerjemahkan informasi produk dan layanan keuangan menjadi pengetahuan sederhana yang mudah dipahami warga. Bahasa yang rumit kerap jadi penghalang utama literasi keuangan di tingkat akar rumput.

OJK bersama TPAKD Jawa Tengah menargetkan edukasi ini menjangkau lebih banyak keluarga melalui para kader. Langkah lanjutan setelah pelatihan belum dirinci, tetapi kader yang sudah dibekali bakal mulai bergerak di komunitas masing-masing.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top