Tol Semarang-Demak 79,4%, Ditarget Rampung 2027 dan Fungsional Nataru

Penulis: Joko Purnomo  •  Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:53:31 WIB
Progres konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026.

JAWA TENGAH — Progres konstruksi Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026, dengan sisa pekerjaan terkonsentrasi pada tanggul laut dan kolam retensi. Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh ruas selesai akhir 2027 dan sudah bisa difungsionalkan pada libur Natal-Tahun Baru 2027.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan percepatan pekerjaan tidak bisa dilakukan sembarangan. Kawasan pesisir dan laut menuntut konsolidasi tanah sempurna sebelum timbunan berikutnya dikerjakan.

"Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna," ujar Dody dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Rincian Progres Tiga Paket Konstruksi

Data per 22 Oktober 2026 menunjukkan Paket 1A sudah nyaris tuntas di 97,49%. Paket 1B yang mencakup tanggul laut dan jalan utama sepanjang 6,73 kilometer berada di 75,22%, sedangkan Paket 1C untuk kolam retensi dan sistem pompa di 75,68%.

  • Paket 1A (Kaligawe-Sayung): 97,49% — jembatan Kaligawe, jalan layang, jalan dan fasilitas pendukung
  • Paket 1B (tanggul laut dan jalan utama 6,73 km): 75,22% — revetment, akses Terboyo, Jembatan Babon, Jembatan Sayung, gerbang tol
  • Paket 1C (kolam retensi dan pompa): 75,68% — Kolam Retensi Terboyo 189 hektare dan Sriwulan 28 hektare

PPK Pengawasan Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Prasetyo Arief, menyebut seluruh konstruksi elevated di Paket 1A sudah tersambung hingga titik P19 dan menyambung dengan Paket 1B. Pekerjaan Paket 1B masih menunggu proses preloading dan masa tunggu konsolidasi total 425 hari.

Mengapa Timbunan Tidak Bisa Dikebut

Tanah di jalur tol merupakan endapan lunak pesisir. Tanpa masa tunggu konsolidasi, timbunan berisiko amblas setelah jalan beroperasi dan biaya perbaikan jangka panjang membengkak.

Dody menegaskan percepatan tetap dilakukan di batas yang aman. "Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," tambahnya.

Dukungan datang dari pemerintah daerah, penyedia jasa, hingga warga sekitar. "Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah," tuturnya.

Tanggul Sayung Sudah Menahan Banjir Rob

Tanggul di kawasan Sayung dilaporkan sudah berfungsi menahan banjir yang sebelumnya rutin merendam permukiman. Pekerjaan tanggul akan dilanjutkan ke wilayah Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).

Kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan dirancang menampung aliran sejumlah sungai sebelum dialirkan ke laut via Sungai Babon dengan bantuan pompa. Kombinasi tanggul dan pompa menjadi kunci pengendalian rob di pesisir Jawa Tengah.

Apa Artinya bagi Pengguna Jalan dan Pelaku Usaha

Ruas Kaligawe selama ini menjadi titik kemacetan kronis bagi kendaraan dari Semarang menuju Demak, Kudus, dan Pati. Begitu beroperasi, tol ini memotong waktu tempuh arus barang dari kawasan industri Semarang ke jalur pantura timur.

Bagi kontraktor, sisa pekerjaan terkonsentrasi pada pekerjaan tanah dan struktur basah yang padat modal. Serapan anggaran diperkirakan menguat pada 2027, bergantung pada cuaca dan kecepatan konsolidasi lahan.

Kementerian PU menempatkan proyek ini sebagai bagian penguatan konektivitas sekaligus pengurangan dampak banjir rob. Namun jadwal fungsional Nataru 2027 masih bergantung pada penyelesaian Paket 1B dan 1C yang progresnya baru di kisaran 75%.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top