SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyempatkan diri meninjau langsung pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 3 Kota Semarang, Sabtu (22/6). Dalam kunjungannya, ia menyatakan kekaguman terhadap dedikasi para petugas yang tetap bersiaga melayani pendaftaran di akhir pekan.
Apresiasi Langsung untuk Dedikasi Petugas
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras teman-teman di lapangan yang tidak mengenal libur. Pelayanan tidak boleh berhenti hanya karena hari Sabtu,” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan panitia SPMB.
Gubernur menyebut semangat petugas di SMAN 3 Semarang menjadi contoh bagaimana birokrasi harus hadir untuk masyarakat. Menurutnya, momen seperti ini penting untuk membangun kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan.
Tagline “No Titip-titip, No Jastip” Kembali Digaungkan
Di hadapan para orang tua dan calon siswa yang tengah mengurus berkas, Ahmad Luthfi kembali menegaskan komitmen Pemprov Jateng terhadap transparansi penerimaan murid baru. Ia mengingatkan bahwa tagline resmi “No Titip-tip, No Jastip” bukan sekadar jargon.
“Saya minta tidak ada titip-menitip, tidak ada jastip (jasa titip). Semua calon siswa harus bersaing secara sehat dan setara. Hak anak-anak kita tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan segelintir orang,” tegasnya.
Memastikan Kesetaraan Akses bagi Seluruh Calon Siswa
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring SPMB yang dilakukan Gubernur secara mendadak. Ia ingin memastikan tidak ada praktik percaloan atau pungutan liar yang merugikan warga.
“Kami ingin semua anak di Jawa Tengah, dari mana pun asalnya, memiliki kesempatan yang sama. Sistem harus berjalan jujur, transparan, dan akuntabel,” kata Luthfi.
Pantauan di lapangan, proses SPMB di SMAN 3 Semarang berlangsung tertib. Puluhan orang tua tampak antre dengan tertib di ruang pendaftaran yang disediakan pihak sekolah.