JAWA TENGAH — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah mencapai swasembada energi nasional dalam 3-4 tahun ke depan. Target itu mencakup penghentian total impor BBM dan sumber energi lain yang selama ini membebani anggaran negara.
"Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apapun untuk BBM kita, untuk energi kita," kata Prabowo dalam sambutannya di Gorontalo.
Langkah Awal: Peluncuran B50 pada Juli 2026
Langkah konkret pertama adalah meluncurkan bahan bakar solar dengan campuran minyak kelapa sawit 50 persen atau B50. Presiden menyebut program ini akan diresmikan pada Juli mendatang, hanya beberapa hari dari pernyataan yang disampaikannya.
"Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri. Dan kita akan menghemat banyak sekali," ujarnya.
Perintah Cari Energi Alternatif: Dari LPG ke CNG
Selain B50, pemerintah mempercepat program konversi energi di sektor rumah tangga dan industri. Presiden Prabowo memerintahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia segera mencari sumber-sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satu prioritas yang dikejar adalah percepatan peralihan dari Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). Menteri Bahlil menjelaskan, langkah ini diambil dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global yang masih belum stabil.
"Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil.
Efisiensi Anggaran di Tengah Geopolitik Global
Pemerintah menilai pengembangan energi domestik memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan ketergantungan pada impor. Kebijakan ini strategis tidak hanya untuk menghemat devisa negara, tetapi juga mengurangi kerentanan terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan tekanan geopolitik.
Menteri Bahlil menambahkan, rapat terkait sektor energi dan hilirisasi telah dilakukan untuk membahas langkah-langkah percepatan. "Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai," ujarnya, merujuk pada situasi global yang mendorong Indonesia segera memperkuat kemandirian energi.
Dengan target swasembada dalam 3-4 tahun dan peluncuran B50 yang tinggal menghitung hari, pemerintah optimistis Indonesia dapat memutus ketergantungan impor energi dalam waktu dekat.