KEBUMEN — Aktivitas jual beli di Pasar Tumenggungan, Kebumen, sepi pembeli sejak libur sekolah tiba. Penyebabnya, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang biasa menyerap bahan pangan dalam jumlah besar tidak beroperasi selama masa liburan. Akibatnya, omset pedagang merosot dan harga sejumlah kebutuhan pokok ikut turun.
Harga Ayam Potong dan Cabai Rawit Turun Drastis
Badriyah, pedagang ayam potong di pasar tersebut, mengaku penjualannya terus menurun hampir dua pekan terakhir. Harga ayam potong eceran pun ikut tertekan, dari Rp34 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram.
"Omset penjualan menurun. Harganya juga turun, sudah mau dua minggu. Kemarin Rp34 ribu, sekarang tinggal Rp32 ribu per kilogram. Kalau nanti MBG belum berjalan lagi, kemungkinan bisa turun lagi," kata Badriyah, Senin (6/1/2025).
Kondisi serupa dialami pedagang sayur. Tria menyebut harga cabai rawit yang sebelumnya bertahan di Rp60 ribu per kilogram kini merosot hingga Rp45 ribu per kilogram. Brokoli juga turun signifikan, dari Rp30 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.
"Alhamdulillah harga sayuran mulai turun. Cabai rawit yang tadinya Rp60 ribu sekarang ada yang Rp50 ribu ada yang Rp45 ribu. Cabai keriting, cabai merah besar, kembang kol, dan brokoli juga turun. Kalau brokoli dulu Rp30 ribu sampai Rp35 ribu, sekarang tinggal Rp20 ribu per kilogram. Yang masih mahal justru wortel," ujar Tria.
Wortel dan Bawang Putih Justru Naik
Meski mayoritas harga sayuran turun, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Wortel naik dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per kilogram, sementara bawang putih naik dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan ini dinilai pedagang karena faktor stok yang menipis di tingkat petani.
Pembeli Diuntungkan, Pengeluaran Lebih Hemat
Penurunan harga kebutuhan pokok disambut baik oleh masyarakat. Fitriani, seorang pembeli, mengaku pengeluaran belanja rumah tangganya kini lebih ringan dibandingkan sebelum libur sekolah.
"Harapan saya semoga harganya terus seperti ini, jangan naik lagi seperti kemarin-kemarin. Sekarang lebih hemat, biasanya belanja Rp60 ribu, sekarang Rp40 ribu sudah dapat kebutuhan yang lengkap," ujarnya.
Pedagang Berharap Dapur SPPG Kembali Beroperasi
Para pedagang berharap dapur SPPG bisa beroperasi kembali setelah libur sekolah berakhir. Mereka optimistis aktivitas itu akan mendongkrak permintaan bahan pangan dan mengembalikan omset penjualan yang sempat merosot. Pasalnya, pasokan dari dapur SPPG selama ini menjadi salah satu penopang utama perputaran uang di pasar tradisional Kebumen.