SURAKARTA — Silaturahmi akbar alumni Madrasah Salafiyah Kajen angkatan 1992 berlangsung di lingkungan kampus UIN RMS. Pertemuan tahunan ini tidak sekadar reuni, tetapi menjadi momentum untuk merumuskan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan pesantren.
Beasiswa untuk Santri: Bentuk Kepedulian Alumni
Dalam kesempatan tersebut, Prof Islah Gusmian, akademisi yang juga alumni, menyosialisasikan program beasiswa yang dirancang khusus bagi santri dan generasi pesantren. Beasiswa ini diharapkan menjadi jembatan bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak pesantren punya akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas," ujar Prof Islah Gusmian di hadapan para alumni. Ia menambahkan, program ini merupakan wujud tanggung jawab moral alumni terhadap almamater dan komunitas pesantren secara luas.
Mengapa Beasiswa Ini Penting bagi Generasi Pesantren?
Banyak santri potensial yang terkendala biaya untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Melalui skema beasiswa ini, para alumni berharap hambatan finansial bisa diminimalisir. Dana beasiswa dikumpulkan dari iuran alumni dan donatur yang peduli terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Madrasah Salafiyah Kajen sendiri dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua dan terkemuka di Jawa Tengah. Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi jaringan alumni yang tersebar di berbagai profesi, dari akademisi, pengusaha, hingga pejabat publik.
Silaturahmi yang Produktif
Selain sesi sosialisasi, acara juga diisi dengan diskusi tentang tantangan pendidikan pesantren di era digital. Para alumni sepakat untuk membentuk tim khusus yang akan mengelola program beasiswa secara transparan dan akuntabel. Rencana tindak lanjut lainnya adalah pendataan calon penerima beasiswa dari berbagai pondok pesantren di sekitar Kajen, Pati, dan sekitarnya.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana hangat khas silaturahmi pesantren mewarnai acara yang berlangsung hingga sore hari. Para alumni berharap, langkah kecil ini bisa menjadi pemicu bagi angkatan lain untuk melakukan hal serupa.